Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Pemkot Surabaya Pastikan Warisan Pemikiran Johan Silas Terus Hidup dalam Pembangunan Kota

Pemkot Surabaya Pastikan Warisan Pemikiran Johan Silas Terus Hidup dalam Pembangunan Kota

PERISTIWA Tiara AS09/06/2026 - 18:15 WIB
Kepala Bappeda Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengenang kontribusi Prof. Johan Silas yang selama puluhan tahun turut membentuk arah pembangunan Kota Surabaya.

Kepergian Prof. Ir. Johan Silas meninggalkan jejak mendalam dalam perjalanan pembangunan Kota Surabaya. Pakar tata kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang wafat pada usia 90 tahun itu dikenal sebagai sosok yang selama puluhan tahun memberikan kontribusi nyata melalui gagasan, pemikiran, dan pendampingan terhadap berbagai kebijakan pembangunan di Kota Pahlawan.

Prof. Johan Silas mengembuskan napas terakhir di RS Kemenkes Surabaya pada Senin (8/6/2026) pukul 03.24 WIB. Meski telah berpulang, berbagai konsep dan prinsip pembangunan yang selama ini diperjuangkannya masih menjadi bagian penting dalam arah pengembangan Kota Surabaya hingga saat ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, mengatakan bahwa Prof. Johan Silas merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran besar dalam membentuk wajah Surabaya modern. Pemikirannya tidak hanya berpengaruh pada aspek fisik pembangunan, tetapi juga pada pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan pembangunan kota.

Menurut Yayuk, sapaan akrab Maria Theresia Ekawati Rahayu, dedikasi Prof. Johan Silas terhadap Surabaya telah berlangsung selama puluhan tahun. Berbagai gagasan yang lahir dari pemikirannya menjadi referensi penting dalam perencanaan kota yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan warga.

“Beliau memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan Kota Surabaya. Sebagai arsitek dan akademisi, Prof. Johan tidak hanya dikenal karena keilmuannya, tetapi juga karena dedikasinya yang panjang dalam memberikan pemikiran dan arah bagi penataan kota yang lebih baik,” kata Yayuk, Selasa (9/6/2026).

Salah satu karya yang paling dikenal dari gagasan Prof. Johan Silas adalah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sombo. Proyek tersebut menjadi salah satu contoh awal penataan kawasan permukiman yang mengedepankan peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.

Konsep yang diusung dalam pembangunan Rusunawa Sombo dinilai mampu menjawab tantangan urbanisasi yang semakin kompleks. Bagi Prof. Johan Silas, pembangunan kawasan hunian tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bangunan fisik, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pengaruh pemikiran Prof. Johan Silas juga terlihat dalam berbagai kebijakan tata ruang yang berkembang di Surabaya. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten mendorong pembangunan yang selaras dengan perencanaan kota serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Hingga masa-masa terakhir kehidupannya, Prof. Johan Silas masih aktif memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Surabaya. Sebagai penasihat Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Surabaya, ia turut berkontribusi dalam upaya pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah agar tetap menjadi bagian dari identitas kota.

Selain aktif dalam bidang pelestarian cagar budaya, Prof. Johan Silas juga terlibat dalam pengembangan sektor perumahan melalui perannya sebagai Komisaris PT Yekape (YKP). Melalui posisi tersebut, ia terus mendorong konsep pembangunan hunian yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Sejumlah kawasan hunian seperti Eco Medayu dan Eco Wonosakti menjadi bagian dari implementasi pemikiran yang selama ini ia dorong. Konsep tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dengan kualitas lingkungan hidup yang baik bagi masyarakat.

Yayuk menuturkan bahwa warisan terbesar yang ditinggalkan Prof. Johan Silas sesungguhnya bukan hanya bangunan maupun kawasan yang telah dibangun, melainkan nilai dan prinsip yang terus relevan dalam proses pembangunan kota.

Menurutnya, Prof. Johan Silas selalu mengingatkan pentingnya disiplin terhadap perencanaan dan kepatuhan terhadap regulasi sebagai fondasi utama dalam mewujudkan tata kota yang tertata dan berkelanjutan.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa pembangunan harus dilakukan sesuai ketentuan dan perencanaan yang baik. Prinsip-prinsip itu yang terus beliau pegang dan ajarkan kepada banyak pihak,” ujarnya.

Sebagai seorang akademisi, Prof. Johan Silas juga memiliki peran besar dalam mencetak generasi penerus yang kini berkiprah di berbagai bidang. Melalui pengabdiannya di ITS, ia berhasil menjembatani dunia akademik dengan praktik pembangunan yang berlangsung di lapangan.

Berbagai pemikiran yang disampaikannya tidak berhenti sebagai konsep teoritis, tetapi diterapkan menjadi solusi nyata terhadap berbagai persoalan perkotaan. Karena itu, pengaruhnya tidak hanya dirasakan oleh kalangan akademisi, tetapi juga oleh pemerintah, praktisi, dan masyarakat luas.

Bagi jajaran Pemerintah Kota Surabaya, Prof. Johan Silas dikenal sebagai sosok yang tidak pernah berhenti mengabdikan dirinya untuk kemajuan kota. Bahkan ketika memasuki usia lanjut, ia tetap aktif memberikan pandangan dan masukan mengenai berbagai isu pembangunan.

“Beliau adalah salah satu putra terbaik Surabaya yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan kota ini. Kontribusinya menjangkau banyak aspek, mulai dari tata ruang, perumahan, pelestarian cagar budaya hingga pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Yayuk.

Ia juga menilai Prof. Johan Silas memiliki kemampuan luar biasa dalam menjembatani berbagai generasi. Dengan wawasan yang luas dan pengalaman panjang, ia mampu menyampaikan gagasan secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Kepergian Prof. Johan Silas menjadi kehilangan besar bagi Surabaya. Namun demikian, berbagai gagasan yang telah ditanamkannya selama puluhan tahun diyakini akan terus menjadi bagian dari perjalanan pembangunan kota di masa mendatang.

Pemkot Surabaya memastikan berbagai nilai yang diwariskan oleh Prof. Johan Silas akan terus dijaga dan diteruskan melalui kebijakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat, pelestarian cagar budaya, pengembangan kawasan hunian yang berkelanjutan, serta penataan ruang kota yang lebih baik.

“Jejak pemikiran yang diwariskan beliau akan tetap menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Surabaya dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (ita) 

Bappeda Surabaya Cagar Budaya Surabaya ITS johan silas Pembangunan Kota. Pemkot Surabaya Rusunawa Sombo Surabaya Tata Kota Surabaya YKP Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.