Revitalisasi Pasar Surabaya terus dipercepat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebagai upaya meningkatkan kualitas pasar tradisional agar lebih modern, bersih, higienis, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar rakyat di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.
Melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), Pemkot Surabaya saat ini melakukan Revitalisasi Pasar Surabaya di 16 pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pahlawan. Sejumlah pasar bahkan telah memasuki tahap penyelesaian pekerjaan.
Kepala DPRKPP Kota Surabaya, Iman Krestian, mengatakan 16 pasar yang direvitalisasi meliputi Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan.
Menurut Iman, progres Revitalisasi Pasar Surabaya berjalan sesuai tahapan yang telah disusun.
“Beberapa pasar telah memasuki tahapan penyelesaian dan finishing, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru. Sebagian lainnya masih berada pada tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan atau tender, sehingga seluruh pekerjaan berjalan bertahap sesuai jadwal pelaksanaan masing-masing,” kata Iman, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, program Revitalisasi Pasar Surabaya tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan dan daya saing pasar tradisional, tetapi juga menambah kapasitas stan atau lapak di beberapa lokasi, seperti Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung.
Selain peningkatan kapasitas, revitalisasi difokuskan pada perbaikan kualitas bangunan, sanitasi, drainase, dan utilitas agar kondisi pasar menjadi lebih bersih, aman, serta nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Pemkot juga melengkapi pasar dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap atau alat penyaring limbah, sentra pemotongan unggas, hingga fasilitas pelayanan pasar lainnya yang mendukung standar pasar rakyat modern.
“Selain itu juga untuk menata zonasi pedagang dan mengurangi adanya pasar tumpah, agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas. Di samping itu, juga untuk memenuhi standar pasar rakyat yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat,” terangnya.
Untuk merealisasikan Revitalisasi Pasar Surabaya, Pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk peningkatan infrastruktur, penataan kawasan, perbaikan fasilitas, hingga pembangunan sarana pendukung sesuai kebutuhan masing-masing pasar.
Iman menambahkan, penyelesaian revitalisasi dilakukan secara bertahap. Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Babaan Baru, dan Pasar Karah ditargetkan rampung pada Juli 2026.
Selanjutnya, Pasar Kedungsari, Pasar Kapasan, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, serta Pasar Krembangan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Sementara itu, Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Pucang Anom dijadwalkan rampung pada September 2026. Adapun Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, dan Pasar Pakis ditargetkan selesai pada Desember 2026.
“Sementara Pasar Tembok Dukuh saat ini mayoritas pekerjaan utamanya telah selesai dan tinggal penyelesaian tahap akhir pada beberapa item,” pungkasnya. (ita)

