Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Alat Pendeteksi Zat Kimia Berbahaya

Alat Pendeteksi Zat Kimia Berbahaya

TEKNOLOGI redaksi13/06/2018 - 13:00 WIB

Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan hasil karya dan inovasinya. Mereka adalah tiga orang mahasiswa Teknik Elektro yang menciptakan alat untuk memonitor kadar kontaminan kimia yang berbahaya di alam terbuka.

Alat yang diberi nama iROS Surveillance ini merupakan gabungan dari Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Unmanned Ground Vehicle (UGV). Yaitu, sebuah unit UGV bernama SEEKER JR, dan sebuah drone bernama TARROT T680 sebagai UAV. Keduanya secara bersama melakukan pengawasan dan pemetaan kadar kontaminan kimia secara real time dan otonom.

Tugas akhir karya dari Deddy Welsan, Johnson Lee dan Riza Syaihikma ini sempat dipamerkan pada ajang (Electronical Engineering) EEDays pada tanggal 22-24 Mei 2018 lalu di Aula Timur ITB. Pameran tersebut merupakan salah satu syarat kelulusan mereka untuk mendapatkan gelar sarjana teknik di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB.

“Pembuatan alat ini dilatarbelakangi dengan maraknya penggunaan kontaminan zat kimia berbahaya di Indonesia, yang tentunya dapat membahayakan masyarakat,” tutur Johnson.

Menggunakan banyak sensor, iROS Surveillance memiliki fitur utama yang penting dan sangat bermanfaat untuk pengawasan dan pemetaan. Diantaranya adalah kemampuan untuk automatic tracking, yang didukung dengan teknologi Global Positioning System (GPS).

Selain itu, didukung roda dan rangka yang kuat, iROS Surveillance juga memiliki jangkauan hingga 50 km dan cocok digunakan untuk berbagai medan dan cuaca.

Selain unit UAV dan UGV, iROS Surveillance juga dilengkapi dengan suatu sistem antarmuka yang dikembangkan dari perangkat lunak kendali penerbangan bernama QGroundControl yang bersifat open source. Sistem antarmuka tersebut sebagai pengendali atau penghubung antara pengguna dengan wahana yang digunakan.

Melalui sistem antarmuka tersebut, iROS Surveillance dapat melakukan Automatic Takeoff and Landing (ATOL) dan bergerak sesuai jalur yang telah diatur oleh pengguna.

Tidak hanya itu, sistem antarmuka tersebut juga memiliki fitur visualisasi yang dapat menampilkan data – data yang penting, seperti posisi iROS Surveillance, konsentrasi kontaminan zat kimia, serta jalur pemetaan yang diatur oleh pengguna.

Untuk dapat menggunakan iROS Surveillance, pengguna harus terlebih dahulu menentukan beberapa parameter, seperti titik Take Off, sensitivitas sensor, serta jalur yang dilalui.

Disini, iROS Surveillance menggunakan pengaturan jalur yang menyerupai grafik sinyal digital, yang secara konstan membentuk kumpulan persegi panjang. “Hal ini diimplementasikan agar jalur tersebut membentuk suatu daerah cakupan yang luas, serta memberikan data yang akurat,” tutur Johnson.

Setelah mengatur jalur, UGV akan bergerak dari titik awal ke titik Take Off, dimana drone akan mulai terbang dan mengikuti jalur yang telah ditentukan untuk melakukan proses pengawasan dan pemetaan.

Data yang diperoleh pada proses tersebut dikirimkan secara real time dan ditampilkan kepada pengguna menggunakan sistem antarmuka yang diciptakan lebih dulu. Setelah selesai, drone akan mendarat pada UGV dan iROS Surveillance akan bergerak kembali ke titik awal.

Untuk pengembangan kedepan, ketiga mahasiswa ITB ini berharap iROS Surveillance dapat digunakan dalam berbagai kasus di Indonesia.

“Kami berharap alat kami juga digunakan di berbagai kasus, misalnya, untuk mengatasi zat kimia di daerah konflik dan industri dengan tingkat kecelakaan yang tinggi,” lanjut Johnson. Mereka juga berharap alat tersebut juga dapat digunakan secara luas untuk keperluan lainnya, seperti pertanian, geomapping, smart city, serta forest monitoring. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.