Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Alat Pengering Cabai Inovatif

Alat Pengering Cabai Inovatif

TEKNOLOGI redaksi14/03/2019 - 13:30 WIB

Karya inovatif kembali diciptakan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ialah I Gede Angga Karuniawan, mahasiswa Departemen Fisika Fakultas Sains yang berhasil merancang alat pengering cabai inovatif sebagai proyek Tugas Akhir (TA) untuk meraih gelar sarjana.

Untuk karyanya tersebut, mahasiswa yang biasa disapa Gede ini menggunakan teknologi vacuum drying sebagai alat untuk menurunkan kadar air dalam cabai. Pascapanen, pengeringan perlu dilakukan untuk mempertahankan kualitas cabai.

Namun, banyak petani yang kesulitan dalam mengurangi kadar air cabai, di mana sebagian besar masih mengandalkan matahari. “Sehingga saat cuaca mendung, petani kesulitan untuk mengeringkan cabai,” ujar mahasiswa angkatan 2013 ini.

Oleh karena itu, Gede merancang alat pengering cabai dengan memanfaatkan tekanan vakum. Dengan tujuan, alat tersebut dapat mengeringkan tanpa mengurangi kandungan dan mengubah struktur cabai. Ide tersebut berasal dari hasil diskusi bersama dosen pembimbingnya, Drs Bachtera Indarto MSi dan Drs Hasto Sunarno MSc.

Menurut Gede, tidak seperti pengering lain yang menggunakan pemanas dalam mesin vakumnya, alatnya ini tidak menggunakan pemanas dalam alatnya. Selain biaya yang dikeluarkan cukup banyak, pemanas juga bisa membuat cabai terlalu kering. “Ditakutkan nanti dapat merusak sel cabainya,” jelas pria berkacamata ini.

Untuk cara kerjanya sendiri, yaitu dengan memasukkan cabai ke dalam ruang vakum, di mana tekanan dalam ruang tersebut sebesar 80 kilo Pascal (kPa).

Di sana cabai dihisap selama tiga menit, lalu dikeluarkan dari ruang vakum untuk ditimbang beratnya secara manual. Hal tersebut dilakukan selama satu jam, dengan rentang waktu selang tiga menit selalu ditimbang.

Gede juga pernah mencoba mengeringkan di tekanan 70 dan 75 kPa. “Di tekanan segitu masih bisa sebenarnya, cuma membutuhkan waktu yang lebih lama akhirnya,” terang pria yang pernah menjadi kru di ITS TV ini.

Dalam pembuatan alat tersebut, pria asal Surabaya ini mengaku membiayai sendiri. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar satu bulan. “Meski sempat ada kendala, seperti tidak boleh ada kebocoran ruang karena berhubungan dengan tekanan vakum, tapi syukurlah dapat menyelesaikannya,” tuturnya.

Dikatakan Gede, saat ini alat tersebut masih dalam percobaan dan kajian lagi, karena masih memerlukan pembenahan. “Saya harap alat tersebut dapat berkembang dan bermanfaat, apalagi untuk masyarakat pertanian,” pungkasnya. (ita)

ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

FIPEC 2026 ITS Tampilkan 150 Inovasi Mahasiswa, dari AI Mitigasi Banjir hingga IoT untuk Smart Farming

05/07/2026 - 19:15 WIB

ITS dan Curtin University Pamerkan Inovasi Desain Upcycling Berbasis AI, Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

04/07/2026 - 23:00 WIB

ITS Gandeng Universiti Malaya Berdayakan Pelajar Malaysia Lewat Global Community Outreach, Perkuat Kolaborasi ASEAN

01/07/2026 - 17:58 WIB

Guru Besar ITS Kembangkan Desain Keselamatan Kapal Pengangkut Kendaraan Listrik untuk Cegah Risiko Kebakaran EV

30/06/2026 - 17:32 WIB

Guru Besar ITS Kenalkan Sustainable Manufacturing, Strategi Perkuat Industri Nasional dan Ekonomi Sirkular

29/06/2026 - 22:14 WIB

Guru Besar ITS Gagas AI Adaptif Berbasis Continual Learning untuk Perkuat Ketahanan Siber dan Kedaulatan Teknologi

17/06/2026 - 18:43 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.