Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional melalui penyelenggaraan Global Community Outreach (GCO) di Malaysia. Bekerja sama dengan Universiti Malaya (UM), program pengabdian masyarakat lintas negara tersebut difokuskan pada pemberdayaan generasi muda melalui peningkatan motivasi belajar dan penguatan akses terhadap pendidikan tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Kebangsaan (SK) Taman Medan, Malaysia, pada 23 Juni 2026 itu menjadi bagian dari komitmen ITS dalam memperluas kolaborasi akademik sekaligus menghadirkan dampak sosial di kawasan Asia Tenggara. Program tersebut tidak hanya mempererat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki keberanian meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Ketua Global Community Outreach ITS, Prof. Dr. Ir. Imam Robandi, MT, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari kelompok riset Power System Operation and Control (PSOC) serta Power System Simulation and Laboratory (PSSL) di bawah Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS. Pelaksanaan program mendapat dukungan Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Republik Indonesia.
Menurut Imam, salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyelenggaraan Inspiring Session yang ditujukan bagi siswi SK Taman Medan. Melalui diskusi interaktif bersama akademisi, peserta diajak mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta berani menyampaikan cita-cita dan rencana pendidikan mereka di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak sebatas memberikan materi atau motivasi, melainkan menciptakan ruang dialog yang mendorong para pelajar aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan aspirasi mengenai masa depan mereka. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun keyakinan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu jalan penting untuk meningkatkan kualitas hidup.
Imam menilai program Global Community Outreach memiliki makna yang lebih luas dibandingkan kegiatan pengabdian masyarakat pada umumnya. Menurutnya, keberhasilan sebuah program internasional tidak hanya diukur dari transfer pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan yang erat, saling memahami, serta menghadirkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara ITS dan Universiti Malaya menjadi contoh bagaimana sinergi perguruan tinggi dapat menghasilkan program yang tidak hanya berdampak bagi dunia akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan ASEAN.
Program tersebut juga memperoleh respons positif dari pihak Sekolah Kebangsaan Taman Medan. Para pengajar menilai kegiatan yang menghadirkan akademisi dari dua perguruan tinggi tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar para siswi. Setelah mengikuti sesi inspirasi, para pelajar dinilai lebih percaya diri dalam menyampaikan cita-cita serta menunjukkan semangat yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan program serupa di negara-negara Asia Tenggara. ITS menilai model kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan di kawasan regional.
Imam menyampaikan bahwa ITS terus berupaya memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi, tetapi juga aktif menjalankan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat internasional. Melalui berbagai program kolaboratif, ITS ingin memperluas kontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di kawasan ASEAN.
Pelaksanaan Global Community Outreach turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas serta tujuan ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kolaborasi lintas negara yang melibatkan perguruan tinggi, sekolah, dan dukungan pemerintah, ITS menunjukkan bahwa penguatan kualitas pendidikan dapat diwujudkan melalui kerja sama internasional yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak nyata bagi generasi muda di tingkat regional. (ita)

