Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Alex, Pahlawan Keanekaragaman Hayati

Alex, Pahlawan Keanekaragaman Hayati

PROFIL redaksi13/09/2018 - 14:30 WIB

Gelar Pahlawan Keanekaragaman Hayati Asean (The Asean Biodiversity Heroes/ABH) dari Asean Center for Biodiversity (ACB) ditujukan bagi seseorang dari negara-negara Asean yang telah berjasa dalam upaya konservasi dan advokasi keanekaragaman hayati di negara mereka masing-masing.

Para pahlawan akan menjadi wajah konservasi keanekaragaman hayati di kawasan Asean, dan individu yang dapat menginspirasi orang lain untuk terlibat melestarikan keanekaragaman hayati di lingkungan mereka sendiri.

Alex Waisimon asal Papua – Indonesia adalah satu dari 10 The Asean Biodiversity Heroes.

Pria enam puluh tahun ini telah berkontribusi penting bagi kampung halamannya di Rhepang Muaif Unurum, District Guay Nimbokrang, Kabupaten Jayapura dalam melindungi hutan, melestarikan burung Cendrawasih sekaligus berperan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program ekowisata Bird watching.

“Indonesia sesungguhnya negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, 750 species burung ada di papua. Selain itu, Indonesia juga punya lokal knowledge, dimana masyarakat adat adalah kekayaan bangsa,” ungkap Alex saat memberikan testimoni pada acara Asean Biodiversity Heroes Regional Forum di Manila, Filipina, pekan lalu.

Daerah Rhepang Muaif tempat Alex tinggal merupakan kawasan hutan yang menjadi rumah bagi 84 spesies burung dari 31 famili. Bahkan dikategorikan sebagai Daerah Burung Penting karena menyediakan perlindungan bagi lima spesies yang terancam punah.

Termasuk Casuarius unappendiculatus, Harpyopsis novaeguineae, Goura victoria, Psittaculirostris salvadorii, dan Epimachus bruijnii. Tempat ini juga populer sebagai rumah burung cenderawasih. Enam spesies burung cendrawasih dari keluarga Paradisaeidae dapat ditemukan di daerah ini.

Berbagi cerita konservasi dengan siswa dari berbagai lembaga akademis di Filipina, profesional muda, media, dan peserta dari negara anggota Asean, Alex menceritakan kisah hidupnya.

Berbekal pengalaman kerja di Red Cross Asia Pacific dan International Labour Organization, sebagai koki di Restoran Italia di Hamburg, dan pengalamannya menjadi pemandu wisata di Bali, Alex memutuskan kembali ke Papua pada 2014.

Dia mengejar mimpi menyediakan sumber mata pencaharian bagi masyarakatnya. Penerima Kalpataru Tahun 2017 ini mengembangkan program ekowisata berkelanjutan yang menampilkan burung Cenderwasih surga.

Bagi Alex, kunci ekowisata adalah memetik manfaat dari hutan tanpa merusaknya dan memastikan bahwa generasi mendatang masih akan menikmati kesempatan untuk melihat hutan dan keanekaragaman hayati yang dilindunginya.

Meskipun di awal ada penolakan dari penduduk desa, Alex tetap mengejar program ekowisata berkelanjutannya. Pada bulan Agustus 2016, Alex berhasil meyakinkan dan menerima dukungan dari 9 kepala suku untuk mengelola hutan seluas 19.000 hektar sebagai daerah ekowisata yang berkelanjutan, dan kemudian bertambah menjadi 98.000 hektar.

“Ada 9 kepala suku yang disatukan. Saya dekati mereka dengan filosopi; tidak boleh kasih habis, ambil lain tinggalkan yang lain, untuk anak cucu,” cerita Alex.

Selain Alex Waisimon, The Asean Biodiversity Heroes 2017 adalah Eyad Samhan dari Brunei Darussalam; Sophea Chinn dari Kamboja; Nitsavanh Louangkhot Pravongviengkham dari Laos; Prof Zakri Abdul Hamid dari Malaysia; Dr Maung Maung Kyi dari Myanmar; Dr Angel C Alcala dari Filipina; Prof Leo Tan Wee Hin dari Singapura; Dr Nonn Panitvong dari Thailand; dan Prof Dr. Dang Huy Huynh dari Vietnam. (ist)

Asean Keanekaragaman Hayati Papua
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Melalui KAJS 2026, UNAIR dan OIC Satukan Peneliti Dunia Dorong Inovasi Energi Terbarukan

24/06/2026 - 14:27 WIB

Khofifah Raih Penghargaan Nasional CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Desa Mandiri

25/04/2026 - 10:10 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Amelia Febriani, Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Global Lewat Inovasi Pendidikan Berbasis Empati

08/04/2026 - 21:16 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.