Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Antasena ITS Lolos ke DWC 2019 di London

Antasena ITS Lolos ke DWC 2019 di London

TEKNOLOGI redaksi06/05/2019 - 15:00 WIB

Tim mobil hemat energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) semakin mantap menancapkan prestasinya di kancah dunia.

Setelah sukses merajai ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2019, ITS berlanjut meloloskan timnya ke ajang Drivers’ World Championship (DWC) Grand Final 2019 di London, Inggris yang kali ini diwakili Tim Antasena.

Tim Antasena yang merupakan mobil hemat energi berbahan bakar hydrogen ini berhasil melesat di posisi ke-2 saat bertarung di kompetisi DWC Asia 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Kamis (2/5) sore waktu setempat. DWC Asia ini sebagai lanjutan dari kejuaraan SEM Asia 2019.

Sedang posisi ke-1 diduduki Tim Nanyang E Drive dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura dan posisi ke-3 diraih Tim LH-EST dari Lac Hong University, Vietnam. Ketiga tim tersebut dinyatakan berhak mewakili Asia di ajang grand final DWC 2019 di London, pada 1 Juli 2019 mendatang.

Sebelumnya, Rabu (1/5), di SEM Asia 2019 Tim Antasena yang merupakan pemain baru setelah cukup lama vakum di ajang ini berhasil meraih juara 2 untuk kategori Urban Concept di kelas bahan bakar hydrogen.

Sedang tim mobil hemat ITS lainnya, yakni Tim Sapuangin yang bermain di kelas bahan bakar gasoline menduduki juara 1 dan Tim Nogogeni yang berbahan bakar baterai atau listrik juga meraih juara 2.

General Manager (GM) Tim Antasena ITS, Ghalib Abyan mengaku tidak menyangka bisa menjadi perwakilan Indonesia di ajang DWC tingkat dunia ini.

“Karena target kita sebelumnya hanya finish di tiga besar Urban Concept Hydrogen (di SEM Asia red), jadi nggak menyangka malah sampai bisa lolos ke DWC di London ini,”tutur mahasiswa Departemen Teknik Material angkatan 2016 ini.

Ghalib mengaku banyak sekali tantangan besar yang harus dihadapi timnya di Sirkuit Internasional Sepang ini. Pasalnya, suhu lintasan yang mencapai 35 derajat celcius dapat mengganggu performa mobil Antasena tersebut.
“Selain itu, jalurnya banyak sekali tanjakan yang cukup tinggi dan panjang sangat membahayakan, sehingga hal itu merugikan bagi mobil hemat energi,” ungkap pemuda kelahiran Jakarta, 29 Oktober 1998 ini.

Awalnya, lanjut Ghalib, timnya memang sempat pesimis untuk bisa menang melihat karena kondisi jalur yang seperti itu. “Namun, berkat kerja sama, persiapan, dan semangat dari Tim Antasena, alhamdulillah dapat mencapai target setinggi ini (juara 2 DWC Asia, red),” ujarnya penuh syukur.

Namun, Ghalib merasa yakin untuk pertarungan di DWC London nanti, tim Antasena akan mampu tampil dengan performa lebih baik. Hal ini dikarenakan kondisi temperatur di London yang relatif lebih dingin dan juga track yang lebih bersahabat tentunya. “Dengan kondisi tersebut, kami yakin akan mendapatkan hasil yang lebih baik,” tandasnya optimistis.

Sementara itu, untuk Tim Nogogeni ITS dan Tim Sapuangin ITS yang juga mengikuti adu cepat pada DWC Asia 2019 ini masih belum berkesempatan lolos tiga tercepat. Selain itu juga, aturan baru menegaskan bahwa dari satu universitas hanya boleh satu tim yang dapat lolos atau melanjutkan ke grand final DWC tingkat dunia di London.

Prestasi ini terbilang sangat membanggakan dan mengejutkan, mengingat Tim Antasena yang dulu mengawali ITS berpartisipasi di ajang SEM Asia meski di kategori prototype, telah lama vakum mengikuti laga mobil hemat energi ini.

Kembalinya Tim Antasena untuk kali pertama langsung membuat gebrakan dengan menyabet juara 2 untuk kategori Urban Concept bahan bakar hydrogen. Bahkan kali ini, Tim Antasena juga berhasil mendapatpenghargaan Most Innovative Hydrogen Fuel Cell Newcomer by Linde.

Kejutan lebih besar ditunjukkan dengan berhasilnya Tim Antasena meraih tiket ke grand final DWC 2019 di London. Tahun lalu, ITS berhasil diwakili Tim Sapuangin untuk bertarung di grand final DWC di London tersebut dan berhasil menjadi juara dunia. Diharapkan, kali ini Tim Antasena juga mampu mengulang kesuksesan tersebut.

Tim Antasena ITS yang dikemudikan oleh Yoga Mugiyo Pratama yang juga mahasiswa Departemen Teknik Material ini pun menjadi tim satu-satunya yang lolos ke grand final DWC dunia dari Indonesia. Tentunya hal ini juga sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia. (ita)

ITS Mobil Hydrogen Shell Eco Marathon Tim Antasena
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

FIPEC 2026 ITS Tampilkan 150 Inovasi Mahasiswa, dari AI Mitigasi Banjir hingga IoT untuk Smart Farming

05/07/2026 - 19:15 WIB

ITS dan Curtin University Pamerkan Inovasi Desain Upcycling Berbasis AI, Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

04/07/2026 - 23:00 WIB

ITS Gandeng Universiti Malaya Berdayakan Pelajar Malaysia Lewat Global Community Outreach, Perkuat Kolaborasi ASEAN

01/07/2026 - 17:58 WIB

Guru Besar ITS Kembangkan Desain Keselamatan Kapal Pengangkut Kendaraan Listrik untuk Cegah Risiko Kebakaran EV

30/06/2026 - 17:32 WIB

Guru Besar ITS Kenalkan Sustainable Manufacturing, Strategi Perkuat Industri Nasional dan Ekonomi Sirkular

29/06/2026 - 22:14 WIB

Guru Besar ITS Gagas AI Adaptif Berbasis Continual Learning untuk Perkuat Ketahanan Siber dan Kedaulatan Teknologi

17/06/2026 - 18:43 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.