Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari
  • Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital
  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata
  • Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
  • Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya
  • Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare
  • Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT
  • Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Berkah dari Lapak Ganjar di Malang

Berkah dari Lapak Ganjar di Malang

EKONOMI BISNIS redaksi13/07/2022 - 12:00 WIB

Lapak Ganjar, program promosi online yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ternyata bukan hanya dirasakan kemanfaatannya oleh pelaku UMKM di Jawa Tengah.

Diajeng Maya Art and Craft yang beralamat di Puncak Buring Indah A1/25 Kota Malang Jawa Timur, juga ketimban untung setelah ikut diunggah ulang di Instastory akun orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

UMKM yang bergerak di bidang lukis dengan berbagai media seperti keramik, hijab, masker dan lain sebagainya itu mengalami kenaikan permintaan hingga 80 persen. Bahkan permintaan, terutama produk masker datang dari Amerika.

Owner Diajeng Maya Art and Craft, Maya menceritakan, usahanya itu mulai dirintis sejak 2015 silam, berdasarkan hobinya melukis. Saat itu, karya lukis keramiknya menyabet juara suvenir keramik sekaligus juara favorit, dalam lomba suvenir yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Malang.

“Berdiri dari tahun 2015 pertengahan tepatnya. Awal mulanya sekadar hobi. Kebetulan di Malang Raya ada lomba suvenir yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Malang, dan saya mencoba ikut, alhamdulillah dapat dua kategori sekaligus. Yang satu keramik dan favorit,” ujarnya, Kamis (07/07).

Pengalaman itu, kemudian dikembangkan menjadi usaha yang diberi nama Diajeng Maya Art and Craft, yang bergerak di bidang lukis dengan berbagai media.

“Produknya yang jelas bergerak di bidang lukis dari berbagai media. Awalnya glass painting, karena belajarnya glass painting, terus berinovasi membuat tas lukis, hijab lukis, masker lukis, kain lukis dan lain-lain, juga ada daun lukis,” paparnya.

Namun, usahanya yang sudah ditekuni beberapa tahun itu nyaris tumbang karena dihantam pandemi Covid-19. Pada bulan puasa yang biasanya banjir orderan, saat itu sepi permintaan.

“Kondisi pandemi awalnya agak berat, waktu itu awal puasa, biasanya orderan sudah antre, tapi karena ada pandemi tiba-tiba mati, dan banyak yang beralih ke sembako untuk memberikan bingkisan,” kisahnya.

Maya pun berinovasi membuat masker lukis. Selain dibutuhkan untuk protokol kesehatan, maskernya sangat fashionable untuk digunakan. Kebetulan waktu itu ia sertakan masker lukis burung Garuda dan pulau Indonesia promo di Lapak Ganjar edisi Hari Pancasila.

“Akhirnya saya berinovasi buat masker lukis. Selain sehat untuk prokes juga fashionable. Waktu itu Pak Ganjar bikin edisi Pancasila saya mencoba bikin lukis Garuda dan pulau Indonesia. Alhamdulillah waktu Agustus itu banyak orderan kemerdekaan. Habis di-reposting Pak Ganjar, meningkat sampai 80 persen untuk masker lukisnya,” ungkap Maya.

Pemintaan masker lukis paling jauh datang dari Amerika. Terutama bergambar wayang, karena banyak orang indonesia di Amerika ingin menunjukkan budaya Indonesia. “Karena di sana banyak orang Indonesia yang ingin menunjukkan budaya Indonesia,” imbuhnya.

Lantaran dirasa Lapak Ganjar memberikan manfaat yang signifikan, Maya kembali ikut mempromosikan produk keramik lukis pada edisi lain.

“Juga keramik lukis saya dapat orderan dari keraton Surakarta, untuk membuat repro lukisan lagi yang mungkin sama beliau mau di pasang ke kafe atau pribadi. Yang jelas ada orderan dari keraton Surakarta. Waktu itu, keramik piring yang dipasang di tembok minta gambar ikan sama kupu-kupu. Iya, lukisan jadul direpro, dibuat baru lagi untuk dipasang di sana,” ucapnya.

Nah, semakin banyak permintaan, akhirnya Maya menggandeng Kumpulan Lukis di Malang Raya untuk berproduksi. “Untuk memenuhi kebutuhan produksi, karena saya bidang lukis tidak semua bisa melukis, saya memilih teman yang bisa melukis,” tuturnya.

Selain bisnis, Maya ingin mengampanyekan ke-Indonesiaan melalui gambar pada produk-produknya. Yakni berciri khas Indonesai dari adat budaya, serta flora dan fauna.

“Tujuannya ingin memperkenalkan Indonesia ke mancanegara. Untuk penjualannya, selain online saya ada offline, di gallery Atria Hotel, Rumah Solusi Kota Malang juga ada,” jelasnya.

Baginya, program Lapak Ganjar sangat bagus untuk membantu UMKM. Sehingga, ia berharap Lapak Ganjar bisa selalu eksis. “Pertama saya jelas ngefans berat sama Pak Ganjar, karena punya karisma khusus, sama rakyat itu bisa enak cara bergaul, berkomunikasi tidak kaku. Harapannya dengan adanya Lapak Ganjar berarti meningkatkan profit atau omzet UMKM di Indonesia secara langsung. Kalau bisa terus ada bukan hanya masa pandemi,” tandasnya. (hms)

Berkah dari Lapak Ganjar di Malang
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata

06/06/2026 - 12:00 WIB

Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping

06/06/2026 - 11:51 WIB

Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

06/06/2026 - 11:40 WIB

Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare

06/06/2026 - 11:22 WIB

Comments are closed.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata

06/06/2026 - 12:00 WIB

Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping

06/06/2026 - 11:51 WIB

Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

06/06/2026 - 11:40 WIB

Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare

06/06/2026 - 11:22 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.