Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Biocampstove, Kompor Multifungsi

Biocampstove, Kompor Multifungsi

TEKNOLOGI redaksi30/07/2018 - 16:00 WIB

Lantaran seringkali dihadapkan pada baterai gawai (ponsel) atau gadget yang melemah saat berada di alam bebas, akhirnya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terinspirasi untuk menciptakan alat pengisi daya ponsel menggunakan kompor.

Alat ini diberi nama Biocampstove, sebuah kompor yang tak hanya berfungsi sebagai alat memasak, melainkan juga sebagai alat penerangan sekaligus pengisi daya ponsel.

Kompor Biocampstove ini merupakan buatan dari lima mahasiswa ITS yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).

Mereka adalah Selvi Amelia Virda, Nur Azizatun Nisa, Muhammad Syarif MH, Aditya Damar Jati dan Faisal Yusana yang berasal berbagai departemen di ITS.

Ketua tim, Selvi Amelia Virda menuturkan, salah satu kesulitan yang dialami oleh pecinta alam saat berada di alam bebas ialah kesulitan untuk mengisi daya gawai dan lampu senter yang mereka bawa.

Hal ini disebabkan karena minimnya ketersediaan sumber listrik ketika di alam bebas. “Tapi dengan adanya kompor Biocampstove, kini tak perlu lagi khawatir jika kehabisan baterai gawai seperti smartphone maupun alat elektronik lainnya,” ujar Selvi.

Berbekal prinsip kerja asas seeback yang bekerja pada pembangkit termoelektrik, Selvi bersama rekannya mengubah energi panas pada kompor menjadi energi listrik yang dialirkan via port USB.

“Jika terdapat dua lempeng logam yang tersambung pada suhu yang berbeda, maka lempeng tersebut akan mengalirkan arus listrik. Listrik inilah yang digunakan untuk mengisi daya smartphone atau lampu senter,” beber mahasiswa Teknik Kimia Industri ini.

Saat mengisi daya pun, lanjut Selvi, produk kompor multifungsi ini terbilang efisien. “Pengisian daya dapat dilakukan langsung ketika memasak atau disimpan dalam power pack,” tutur mahasiswa angkatan 2016 tersebut.

Sedangkan untuk perihal ukuran kompor, Selvi mengklaim jika timnya memang sengaja mendesain kompor dengan ukuran yang ringan dan mudah dibawa ke mana saja.

“Berat dari kompor hanya berkisar kurang lebih 1 kg, sangat ringan dibawa bepergian ke alam bebas atau daerah minim listrik,” ungkap Selvi.

Ia menambahkan, terobosan kompor Biocampstove juga dinilai tim lebih ramah lingkungan. “Kompor tidak menggunakan bahan bakar gas, parafin atau bahan bakar sejenis lainnya, melainkan hanya menggunakan ranting-ranting pohon yang sudah mengering atau daun-daun kering,” imbuhnya.

Selvi menuturkan, berdasarkan hasil pengujiannya menggunakan bahan bakar ranting tersebut, kompor Biocampstove ternyata mampu menghasilkan arus sebesar 1 – 1,5 Ampere dan tegangan ouput USB sebesar 5 Volt. “Hasilnya sudah cukup efisien, namun inovasi ini tetap akan kami kembangkan lebih lanjut,” tandasnya. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.