Ditjen Pajak Blokir 140 Rekening Wajib Pajak
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Ditjen Pajak Blokir 140 Rekening Wajib Pajak

Kanwil DJP Jawa Timur I beserta 13 Kantor Pelayanan Pajak di Kota Surabaya melakukan pemblokiran serentak terhadap 140 rekening wajib pajak di Surabaya. Pemblokiran serentak ini dilakukan pada 14 (empat belas) bank pada Kamis (01/12).

14 bank tersebut adalah Bank Mandiri, Bank Danamon, Bank UOB, Bank Sinarma, BSI, BTN, Bank Commonwealth, Bank NEO, Bank Nationalobu, CIMB Niaga, Mayapada, BNI, PAN Indonesia Bank dan Maybank.

“Pelaksanaan blokir serentak dilaksanakan oleh para Juru Sita Pajak Negara (JSPN) di 13 Kantor Pelayanan Pajak didampingi oleh Bidang Penyidikan dan Penagihan Kanwil DJP Jatim I terhadap nilai tunggakan pajak sebesar 69,6 Miliar.” ungkap John Hutagaol Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I.

Pemblokiran adalah salah satu upaya penagihan aktif yang dilaksanakan oleh Juru Sita Pajak Negara (JSPN).

Sebelum tindakan blokir telah dilakukan pengiriman Surat Teguran, penyampaian Surat Paksa dan langkah-langkah persuasif agar Wajib Pajak segera melunasi tunggakan pajaknya, baik dengan cara mengangsur atau mengajukan permohonan untu menunda pembayaran pajak sesuai ketentuan perundang-undangan.

Namun sampai batas waktu berakhir, Wajib Pajak hingga sekarang belum menyelesaikan tunggakan pajaknya sampai akhirnya dilakukan kegiatan blokir.

John Hutagaol menambahkan jika hal wajib pajak kooperatif untuk menyetorkan pajak yang seharusnya disetor maka Ditjen Pajak tidak sampai melakukan upaya penagihan aktif sampai melakukan blokir.

“Namun apabila rekening wajib pajak telah diblokir, bukan serta merta tidak dapat digunakan lagi. Dalam PMK 189/2020 diatur bahwa rekening wajib pajak dapat dibuka kembali jika telah melunasi utang pajaknya”. (ita)