Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Dorong Indonesia jadi Produsen Teknologi

Dorong Indonesia jadi Produsen Teknologi

TEKNOLOGI redaksi25/09/2018 - 15:30 WIB

Indonesia dinilai memiliki potensi menjadi produsen teknologi dunia melalui lahirnya berbagai aplikasi dan pemanfaatan teknologi yang memudahkan aktivitas dan pekerjaan masyarakat.

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Santosa Sungkari, menyampaikan saat ini pertumbuhan aplikasi dan pemanfaatan teknologi untuk memudahkan aktivitas masyarakat makin pesat.

Diantaranya dengan kemunculan Gojek, Bukalapak, Tokopedia, pemanfaatan mikrohidro untuk listrik hingga pengontrolan kualitas air tambak dengan memanfaatkan IOT (internet of things) yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tapi juga menjaga kualitas poduk.

“Bekraf Habibie Festival 2018 merupakan salah satu upaya untuk menyebarkan inovasi dan kreativitas anak bangsa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mengutip ucapan yang disampaikan Pak Habibie, askes teknologi dan informasi merupakan hak segala bangsa sehingga diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen tapi juga produsen dalam hal teknologi dengan mengajak masyarakat berpikir kreatif dan inovatif,” ungkap Hari saat pembukaan Bekraf Habibie Festival 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran, pekan lalu.

Indonesia memiliki potensi besar dalam hal sumber daya alam tapi akan cepat habis sehingga saatnya memanfaatkan kreativitas dan inovasi yang berbasis teknologi untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi teknologi saat ini dibutuhkan disetiap sendi kehidupan masyarakat.

Dukungan Bekraf di kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis-Minggu (20-23/9) ini diantaranya dengan menghadirkan pelaku kreatif di bidang kerajinan, digital, dan financial technology (fintech). Fintech digandeng karena bisa menjadi salah satu alternatif permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif yang ingin mengembangkan usahanya.

Melalui video, Bapak Teknologi Indonesia, BJ Habibie menyampaikan informasi merupakan kunci untuk menghasilkan karya nyata yang dibutuhkan masyarakat. Bekraf Habibie Festival 2018 ini lebih menitikberatkan pada teknologi supaya masyarakat mengetahui kemampuan dan produk yang dihasilkan saat ini.

“Melalui kegiatan ini (Bekraf Habibie Festival 2018) diharapkan masyarakat mendapat informasi yang tepat dan menambah wawasan yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi. Perkembangan teknologi memiliki peran signifikan karena mampu menciptakan SDM dengan kualitas unggul, memberi peluang kerja, dan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, acara ini merupakan kegiatan dari rakyat untuk rakyat,” ungkapnya.

CEO Bekraf Habibie Festival, Sachin Gopalan mengatakan di tahun ketiga pelaksanaan Bekraf Habibie Festival ini makin banyak tema yang diusung yang dibagi menjadi ebebrapa zona, yakni zona bazar inovas, makerland, fintech, transportasi, sportland, infusion, kehidupan masa depan, dan food festival.

“Zona olahraga hadir karena saat ini banyak inovasi yang muncul untuk mendukung perkembangan olahraga, terutama untuk alat yang digunakan pemain secara langsung maupun pendukung kelancaran pertandingan. Selain itu, sektor teknologi baru, seperti artificial intelegence dan robotik juga ditampilkan,” imbuhnya. (sak)

Bekraf Habibie Festival 2018 BJ Habibie
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.