Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Energi Alternatif dari Minyak Jelantah

Energi Alternatif dari Minyak Jelantah

EKONOMI BISNIS redaksi07/08/2021 - 12:00 WIB

Kebutuhan energi khususnya minyak bumi semakin meningkat dan ketergantungan terhadap energi fosil juga harus mulai dikurangi. Dalam hal ini, lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) mencetuskan ide berupa produk Waco-gel, sebuah bahan bakar dari minyak jelantah yang dipadatkan sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan.

Lima mahasiswa tersebut tergabung dalam tim yang terdiri dari Muhammad Anang Jazuli, Firman Hidayat, Ningsih Putri Herman, Muhammad Fajar Faliasthiunus Pradipta. Keempatnya dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Adapun Haflan Alfiri Widrayat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Tim membeberkan bahwa proses pembuatan Waco-gel melalui teknologi dan peralatan sederhana. Selanjutnya, limbah dari bahan bakar nabati (minyak jelantah, Red) yang awalnya mudah menguap itu kemudian dipadatkan dalam bentuk biogel.

Anang selaku ketua tim menjelaskan terkait alasan memilih minyak jelantah. Hal tersebut dikarenakan melalui proses reaksi esterifikasi dan transesterifikasi, minyak jelantah memiliki asam lemak yang tinggi.

Lebih lanjut, Anang juga menyebutkan beberapa kelebihan produk Waco-gel. Di antaranya terbarukan, tidak menghasilkan asap selama pembakaran, tidak menimbulkan jelaga, tidak menghasilkan gas berbahaya, non karsinogenik, dan non korosif.

“Tentunya ramah lingkungan apalagi dengan bentuknya yang padat berupa gel, bisa memudahkan proses pengemasan dan pendistribusian. Selain itu sangat cocok untuk menghangatkan makanan pada industri katering atau bahkan saat berkemah,” jelas Anang.

Melalui tagline For Better Future, Waco-gel dibandrol seharga Rp 15.000/ sterno dengan berat 150 gram. “Untuk saat ini jika ingin memesan produk Waco-gel bisa melalui DM Instagram, WA Admin, Market Place (Shopee dan Tokopedia). Web juga tetapi kini masih dalam tahap pengintegrasian,” ujar Anang.

Inovasi Waco-gel, lanjutnya, juga berorientasi pada ketercapaian SDGs poin ke-7 mengenai energi bersih dan terjangkau. “Waco-gel dikatakan energi bersih karena produk ini sifatnya adalah terbarukan dan zero waste juga, sehingga bisa turut mengurangi emisi di udara,” tandasnya.

Ide tim ini telah berhasil memperoleh pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori PKM Kewirausahaan 2021. Dalam prosesnya, tim telah merangkul mitra seperti usaha catering di Sidoarjo. Selain itu juga bersinergi dengan start-up penyuplai minyak jelantah.

“Secara mitra karena kami basisnya adalah memanfaatkan minyak jelantah. Kami menggandeng startup PKM-Kewirausahaan juga dari Unair yang namanya ‘Jelantah Yuk’, semacam simbiosis mutualisme, lah,” papar mahasiswa FST tersebut.

Di akhir perbincangan, Anang berharap produk ia dan tim bisa dikenal masyarakat dan dipilih sebagai solusi alternatif bahan bakar padat.

“Karena pada umumnya dalam penggunaan bahan bakar padat, masyarakat masih sering menggunakan spiritus yang di-gel-kan, hal ini tentunya tidak terbarukan. Harapannya ya, produk kami bisa membawa value zero waste dan juga menjadi salah satu pemecahan masalah dalam pengolahan minyak jelantah yang biasanya dibuang saja,” pungkasnya. (ita)

Minyak Jelantah
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Comments are closed.

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.