Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Festival Tungguk Tembakau di Kaki Merbabu

Festival Tungguk Tembakau di Kaki Merbabu

EKONOMI BISNIS redaksi04/08/2023 - 12:00 WIB

Ratusan warga Senden Kecamatan Selo Boyolali berkumpul di ladang tembakau, Kamis (03/08). Mengenakan pakaian terbaik, mereka berangkat ke ladang dengan penuh suka cita, karena panen tembakau segera tiba.

Puluhan remaja putri pun didandani dengan cantik. Mereka menari dengan lenggak-lenggok yang memesona. Di belakangnya, berjajar penari jathilan, barongan, hingga pemain rebana, yang berjalan beriringan dengan para sesepuh desa.

Ratusan warga kemudian berjalan menyusuri jalanan desa yang ada di lereng Gunung Merbabu itu. Aneka macam gunungan hasil bumi dan olahan makanan turut dibawa.

Itu adalah gambaran Festival Tungguk Tembakau, yang telah digelar sejak puluhan tahun, di Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali. Tradisi untuk mengawali panen tembakau tersebut tetap dilestarikan hingga kini.

“Ini prosesi adat Tugguk Tembakau, prosesi untuk mulai panen tembakau. Ini cara bagaimana warga mensyukuri hasil panen, dan berharap agar hasil panen tembakau tahun ini bagus,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang hadir dalam festival tersebut.

Ganjar datang untuk membuka Festival Tungguk Tembakau. Ia mengawali festival sebagai orang pertama yang memetik daun tembakau terbaik. Setelah itu, Ganjar ikut kirab dengan ratusan orang warga.

“Acara ini sebenarnya bisa dibuat menjadi event wisata yang luar biasa. Ini prosesi budaya yang sangat bagus, dan pasti menarik banyak wisatawan,” jelasnya.

Selain tradisi dan budaya yang menarik, menurut Ganjar, lokasi Desa Senden sangatlah eksotis. Sebab, desa itu berada di lereng dua gunung terkenal, yakni Merapi dan Merbabu.

“Jadi bisa dikombinasikan, bisa dibuat destinasi paralayang di sini. Jadi wisata agronya ada, wisata alamnya bagus, sport tourism ada, dan diperkuat dengan tradisi dan budaya,” jelasnya.

Ganjar mendorong agar warga Senden dan anak muda, berkolaborasi mewujudkan itu. Perguruan tinggi juga diminta membantu memberikan masukan, bagaimana pengelolaan wisata yang menarik.

“Kalau itu dibuat event wisata, wah ini pasti akan bagus banget. Tidak hanya wisatawan dalam negeri, wisatawan luar negeri juga akan memenuhi tempat ini,” pungkasnya.

Ide Ganjar tersebut langsung ditanggapi serius oleh Kades Senden, Sulasih. Ia mengatakan akan berjuang menjadikan desanya itu, sebagai destinasi wisata unggulan.

“Sebab di sini potensinya banyak banget. Wisata alam bagus, tradisi dan budaya juga kami lestarikan. Kami akan berjuang menjadikan desa ini sebagai tempat wisata favorit, yang akan dikunjungi banyak wisatawan,” jelasnya. (hms)

Festival Tungguk Tembakau
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.