Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Formula Bikin Apel Potong Tetap Segar

Formula Bikin Apel Potong Tetap Segar

TEKNOLOGI redaksi06/03/2018 - 12:00 WIB

Kamu pasti pernah makan buah apel. Buah apel ini bila dipotong dan tak langsung dimakan, maka buahnya akan mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan. Tentunya kondisi ini dapat menurunkan kualitasnya.

Namun kondisi seperti ini tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena di tangan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) buah yang telah dipotong tersebut tidak mengalami kecoklatan. Bahkan dapat segar dan bertahan dalam beberapa hari.

Dialah Y. Aris Purwanto dan Ririn Noerianty Effendi yang mengembangkan formula tersebut. Keduanya merupakan dosen pada departeman yang sama yakni Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB.

Aris Purwanto, menjelaskan, pencoklatan pada buah apel terjadi secara enzimatik. Hal itu dipicu oleh reaksi oksidasi yang dikatalisis oleh enzim fenol oksidase. Reaksi pencoklatan enzimatis ini tidak diinginkan, karena pembentukan warna coklat pada buah atau sayur sering diartikan sebagai penurunan mutu.

Aris dan rekannya kemudian mencoba mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Untuk mengurangi pencoklatan, mereka mencoba melakukan pencelupan buah pada bahan asam askorbat dan lidah buaya.

“Asam askorbat itu bahasa awamnya vitamin C. Asam askorbat dan lidah buaya berpotensi digunakan untuk mencegah reaksi pencoklatan karena bersifat edible coating,” katanya di laman IPB.

Menurutnya, pencelupan tersebut bertujuan untuk mengurangi reaksi antara enzim polifenolase, oksigen, dan senyawa polifenol yang bertanggung jawab dalam reaksi pencoklatan. Sehingga buah tidak akan menjadi coklat dan daya simpannya menjadi lebih tahan lama,” tutur Aris.

Aris yang juga peneliti di Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB ini menjelaskan, buah apel yang telah dipotong tinggal dicelupkan ke dalam larutan askorbat dan lidah buaya dengan berbagai konsentrasi.

Berdasarkan percobaannya, larutan anti browning yang efektif digunakan dalam mencegah pencoklatan buah apel Malang potong adalah asam askorbat dengan konsentrasi 3 persen. Perlakuan pencelupan pada larutan anti browning asam askorbat dan lidah buaya dapat mencegah terjadinya pencoklatan pada buah apel Malang potong.

“Dan yang efektif itu ialah dengan larutan askorbat 3 persen. Dengan pencelupan, buah apel akan terlihat tetap segar, tidak mengalami pencoklatan dan dapat bertahan beberapa hari serta bahan yang digunakan juga aman dan tidak menyebabkan perubahan rasa pada apel,” ungkapnya. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.