Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Gula Rafinasi ke Pasar Tekan Harga

Gula Rafinasi ke Pasar Tekan Harga

EKONOMI BISNIS redaksi21/05/2020 - 12:00 WIB

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan ada pengalihan beberapa dari gula yang untuk makanan atau gula rafinasi kepada pasar yang diharapkan dengan ini harga bisa ditekan ke bawah.

“Terkait dengan harga gula memang ada beberapa impor yang jadwalnya tertunda karena beberapa daerah di negara lain melakukan pembatasan akibat lockdown,” ujar Menko Perekonomian saat menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Terbatas (Ratas).

Terkait dengan bawang putih, Menko Perekonomian menyampaikan rencana impornya berdasarkan data yang ada ini sudah masuk di lapangan, artinya sudah masuk.

“Kemudian tentunya kita berharap bahwa dengan adanya stok, harga bisa lebih terkendali. Di bulan April ini ada 81 ribu ton yang masuk, sedangkan di bulan Mei ini diperkirakan sebesar 129 ribu stok yang ada,” imbuh Menko Perekonomian.

Ia menambahkan bahwa itu yang tadi saya sebut adalah stok, sedangkan rencana impornya kemarin di bulan April 94 ribu ton, di bulan Mei adalah 78 ribu ton.

“Dan kemudian terkait dengan bawang merah tidak ada rencana untuk impor karena sebetulnya ada daerah yang berproduksi besar,” terang Menko Perekonomian.

Sebagaimana diketahui bersama, lanjut Menko Perekonomian, bahwa harga bawang merah untuk di Jawa rata-rata Rp49.000, Rp47.000, dan Rp45.000, tetapi memang kalau Jayapura masih ada yang Rp64.000, kemudian Banda Aceh masih Rp65.000, dan Sulawesi Tenggara sekitar Rp53.750.

“Jadi seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri Pertanian tadi ini masalah distribusi yang sedang akan perlu didorong,” tandas Menko Perekonomian.

Menurut Menko Perekonomian, kalau terkait dengan harga daging sapi relatif sama. Harga daging sapi itu, menurut Menko Perekonomian, seperti penggaris, jadi tidak ada fluktuasi naik atau turun, nah ini harganya sekitar Rp118.100.

“Kemudian yang terkait dengan hal yang lain apabila ada yang memanfaatkan situasi, satgas pangan sudah ditugasi untuk memonitor sehingga setiap saat harga Satgas Pangan bisa memonitor, seperti salah satu dari pada pelelangan gula pun dimonitor oleh Satgas Pangan,” tukas Airlangga.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan bahwa bawang merah memang itu peak (puncak) panennya nanti Juni, puncak panennya Juni karena kemarin ada pergeseran katakanlah hujan dan lain-lain.

“Tetapi untuk bulan Mei kita punya stok 78.700 ton, itu neraca nasional kita. Oleh karenanya memang bulan Mei ini distribusinya memang harus kita bagi dengan tepat,” imbuh Mentan.

Selain menyatakan kesiapan, Mentan sampaikan bahwa hari ini juga akan langsung bekerja untuk mempersiapkan melihat di mana titik-titik yang harus didistribusi.

“Tadi sudah ada penegasan Bapak Presiden untuk kami gunakan fasilitas TNI untuk bisa melakukan ini, menerobos. Sekali lagi, kenaikan harga lebih banyak dipicu oleh distribusi yang tidak normatif, tetapi pengalaman kami kalau sudah diserang ke satu daerah/wilayah, maka langsung stabilitasnya bisa dicapai,” pungkas Mentan. (sak)

Gula Rafinasi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.