Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT
  • Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional
  • Jawa Timur Raih Penghargaan Kemendagri atas Penurunan Pengangguran, Bukti Efektivitas Link and Match Pendidikan dan Industri
  • Khofifah Paparkan Kekuatan Ekosistem Halal Jawa Timur, Siap Perluas Daya Saing ke Pasar Global
  • BEI Gandeng Maskapai Nasional, Dorong Awak Penerbangan Melek Investasi dan Pasar Modal
  • Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
  • Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga
  • Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»INDEF: Ada Order Fiktif Ojek Online

INDEF: Ada Order Fiktif Ojek Online

KOMUNITAS redaksi15/06/2018 - 12:00 WIB

Institute for Development of Economics and finance (INDEF) menemukan maraknya order fiktif di industri ride-hailing (ojek online) di Indonesia dalam survei yang melibatkan 516 mitra pengemudi dua perusahaan ride-hailing terbesar, Go-Jek dan Grab.

Para mitra pengemudi mengakui bahwa tindakan curang sangat banyak terjadi sehari-hari di lapangan. Hampir dua dari tiga mitra pengemudi (61%) mengatakan bahwa mereka mengetahui sesama mitra pengemudi yang pernah melakukan order fiktif (atau dikenal sebagai “opik”) untuk mencapai target jumlah perjalanan dan mendapatkan insentif.

Para mitra pengemudi yang melakukan tindakan curang menggunakan perangkat lunak GPS palsu, untuk memalsukan perjalanan dan menyelesaikan perjalanan tanpa harus benar-benar membawa penumpang dan mencurangi sistem.

Dengan menggunakan banyak nomor dan akun palsu, mereka berpura-pura menyelesaikan perjalanan demi mendapat insentif yang dijanjikan, setelah mencapai target jumlah perjalanan tertentu.

Order fiktif juga kerap dilakukan untuk menjauhkan mitra lain dari tempat tertentu. Hampir semua mitra pengemudi (81%) mengaku mendapat order fiktif setiap minggunya dan satu dari tiga (37%) mitra pengemudi mengaku mendapat order fiktif setiap harinya.

“Temuan survei lni cukup mengejutkan. Selain merugikan perusahaan ride-hailing, penghasilan para mitra pengemudi yang bekerja dengan jujur juga terdampak oleh perilaku ini. Survei kami juga menemukan bahwa lebih dari setengah (53%) tidak setuju dengan tindakan order fiktif yang dilakukan teman-teman mereka. Satu dari tiga pengemudi (34%) bahkan pernah secara aktif memperingatkan teman mereka yang melakukan tindakan order fiktif,” kata Berly Martawardaya, Direktur Proggram lNDEF melalui rilisnya kepada media di Jakarta.

“Tanggung jawab harusnya diemban oleh penyedia aplikasi ride-hailing untuk memberlakukan sistem keamanan yang lebih ketat untuk melawan tindakan curang. Para mitra pengemudi juga sependapat. Empat dari 10 mitra pengemudi (39%) percaya bahwa perusahaan aplikasi tidak mendeteksi fenomena oder fiktif curang dilapangan,” lanjut Berly.

Berly melanjutkan, ketika dijabarkan berdasarkan perusahaan aplikasi, mitra pengemudi Go-Jek menunjukkan tingkat kepercayaan lebih rendah kepada platform tempat mereka bernaung. “Karena hampir setengah dari mitra pengemudi Go-Jek (46%) mengatakan bahwa perusahaan tidak mengetahui atau mengetahui tapi membiarkan praktek tindakan curang,” ujarnya.

Sementara angka ketidakpercayaan untuk Grab juga cukup tinggi yaiu 30% dari mitra pengemudi menyatakan hal serupa dengan mitra pengemudi Go-Jek tentang platform Grab.”

Hasil survei juga menunjukkan bahwa 42% mitra pengemudi percaya bahwa Go-Jek adalah platform dimana order fiktif paling banyak terjadi. Sementara 28% mitra pengemudi mengatakan bahwa di Grab lah order fiktif lebih banyak terjadi.

Sebagai rekomendasi, Berly mengatakan bahwa sangat krusia bagi mitra pengemudi dan perusahaan ride-hailing untuk bekerja sama dalam melawan tindakan curang ini.

“Perusahaan harus mengembangkan teknologi yang dapat mendeteksi tindakan curang secara real-time. Perusahaan juga harus menjatuhkan hukuman seberat-beratnya untuk mitra pengemudi yang ketahuan melakukan tindakan curang,” tutupnya.

Survey ini melibatkan 516 orang responden mitra pengemudi kendaraan baik roda dua dan roda empat dengan metode non-probability/convinient sampling. Survey dilakukan pada 16 April – 16 Mei 2018 di Jakarta, Bogor, Semarang, Bandung dan Yogyakarta. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT

05/06/2026 - 14:29 WIB

Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional

05/06/2026 - 14:20 WIB

Jawa Timur Raih Penghargaan Kemendagri atas Penurunan Pengangguran, Bukti Efektivitas Link and Match Pendidikan dan Industri

05/06/2026 - 14:02 WIB

Khofifah Paparkan Kekuatan Ekosistem Halal Jawa Timur, Siap Perluas Daya Saing ke Pasar Global

05/06/2026 - 13:53 WIB

BEI Gandeng Maskapai Nasional, Dorong Awak Penerbangan Melek Investasi dan Pasar Modal

05/06/2026 - 13:39 WIB

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Comments are closed.

Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT

05/06/2026 - 14:29 WIB

Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional

05/06/2026 - 14:20 WIB

Jawa Timur Raih Penghargaan Kemendagri atas Penurunan Pengangguran, Bukti Efektivitas Link and Match Pendidikan dan Industri

05/06/2026 - 14:02 WIB

Khofifah Paparkan Kekuatan Ekosistem Halal Jawa Timur, Siap Perluas Daya Saing ke Pasar Global

05/06/2026 - 13:53 WIB

BEI Gandeng Maskapai Nasional, Dorong Awak Penerbangan Melek Investasi dan Pasar Modal

05/06/2026 - 13:39 WIB

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.