Inovasi Terbaru Chem-E-Car dari Spectronics ITS
TEKNOLOGI

Inovasi Terbaru Chem-E-Car dari Spectronics ITS

Tim Spectronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berinovasi untuk menyempurnakan mobil berbahan bakar kimia kebanggaannya.

Kali ini, Spectronics 18 bergelut dengan dua sistem utama operasional Chem-e-car. Tak hanya itu, mereka juga memperbarui desain luar dari mobil yang telah berulang kali memenangkan kompetisi bergengsi tersebut.

Kedua sistem utama tersebut ialah sistem penggerak mobil, yakni power source, dan sistem pemberhentian mobil, yakni stopping. Pada inovasi yang ke-18 ini, tim Spectronics 18 mengganti sistem power source dari mobil pressure dan turbin air menjadi Alumunium Air Battery.

“Jadi kalau yang dulu itu memakai konsep tekanan sebagai tenaganya, tapi sekarang memakai baterai berbahan bakar kimia,” ungkap Michael Adrian Subagio, anggota tim. Ia mengaku, tenaga dari Alumunium Air Battery tersebut lebih besar dibandingkan tenaga baterai komersial pada penggunaannya.

Dalam riset yang memakan waktu berbulan-bulan itu, tim Spectronics 18 juga menemukan berbagai kelemahan pada bagian sistem stopping mobil, yakni sistem iodine clock.

Pria yang akrab disapa Michael itu mengaku, iodine clock memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi dengan reaksi kimia tertentu. Kelemahan ini membuat sistem memiliki tingkat error yang tinggi dalam ketepatan pemberhentian mobil.

“Bukan tentang kecepatan mobil ketika berjalan, namun tentang ketepatan pemberhentian mobil sesuai target,” tambahnya.

Oleh karena itu, tim yang telah berdiri sejak 2010 ini mengeluarkan inovasi yang berfokus pada keakuratan data dalam sistem pemberhentian mobil.

“Jadi kita mengontrol suhu dan konsentrasinya untuk mendapatkan reaksi yang lebih stabil, sehingga sistem tersebut nantinya dapat menghasilkan ketepatan waktu dalam mekanisme pemberhentian mobil” jelasnya.

Hasil inovasi ini telah mendapatkan nominasi Best Safety pada Indonesia Chem-e-Car Competition (ICECC) lalu. Inovasi kebanggaan ITS ini juga mendapatkan juara keempat di kompetisi level internasional tersebut dengan ketepatan jarak melebihi 37 cm dari target pemberhentian. (ita)