Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Jatim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis untuk Masyarakat
  • Pemkot Surabaya Minta Maaf atas Kemacetan Jalan Moestopo, Proyek Drainase Dikebut untuk Atasi Genangan Karang Menjangan
  • Kisah Alumni FPK UNAIR, Dari Penerima Bidikmisi hingga Dipercaya Jadi Manager QC QA Industri Nasional
  • ITS Gandeng Universiti Malaya Berdayakan Pelajar Malaysia Lewat Global Community Outreach, Perkuat Kolaborasi ASEAN
  • Hari Bhayangkara Ke-80, Khofifah Apresiasi Peran Polri Jaga Kamtibmas dan Kawal Pembangunan Jawa Timur
  • Alumni FEB UNAIR Berkiprah di PBB dan Lembaga Global, Erlangga Landiyanto Bagikan Kunci Menembus Karier Internasional
  • Alumni Fakultas Keperawatan UNAIR Pimpin Tim Diklit RSUD dr Soedono Madiun, Kisah Gagal Masuk FK Berujung Sukses Berkarier
  • Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja Aparatur
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Pemkot Surabaya Minta Maaf atas Kemacetan Jalan Moestopo, Proyek Drainase Dikebut untuk Atasi Genangan Karang Menjangan

Pemkot Surabaya Minta Maaf atas Kemacetan Jalan Moestopo, Proyek Drainase Dikebut untuk Atasi Genangan Karang Menjangan

PERISTIWA Ita Nasyi’ah01/07/2026 - 18:06 WIB
Pemkot Surabaya mempercepat proyek drainase di Jalan Prof. Dr. Moestopo untuk mengatasi genangan Karang Menjangan meski memicu kemacetan.
Pemkot Surabaya mempercepat proyek drainase di Jalan Prof. Dr. Moestopo untuk mengatasi genangan Karang Menjangan meski memicu kemacetan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi di Jalan Prof. Dr. Moestopo akibat proyek pembangunan saluran drainase. Meski berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, proyek tersebut diprioritaskan untuk mengatasi persoalan genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Karang Menjangan.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, mengatakan pembangunan yang dimulai pada 25 Juni 2026 itu merupakan proyek konektivitas saluran menuju Rumah Pompa Dharmahusada. Infrastruktur tersebut dibangun untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan mempercepat pembuangan air dari wilayah yang selama ini menjadi titik rawan genangan.

Menurut Adi Gunita, pemerintah kota memahami aktivitas konstruksi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan, khususnya di ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo yang menjadi salah satu jalur utama di Surabaya. Karena itu, Pemkot menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta masyarakat memahami bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan kualitas sistem drainase kota.

Pekerjaan yang dilakukan berupa pembangunan box culvert sebagai saluran penghubung antara drainase di kawasan Moestopo dan Karang Menjangan menuju Rumah Pompa Dharmahusada. Setelah dipompa, air selanjutnya akan dialirkan ke Kali Jeblokan sehingga genangan di kawasan permukiman maupun jalan raya diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Adi menjelaskan, pembangunan saluran konektivitas ini menjadi salah satu solusi utama dalam mengatasi persoalan genangan yang selama ini terjadi di Karang Menjangan, terutama saat curah hujan tinggi. Sistem drainase baru tersebut dirancang agar kapasitas pengaliran air menuju rumah pompa menjadi lebih optimal.

Secara keseluruhan, proyek ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan atau hingga awal September 2026. Namun demikian, DSDABM Surabaya menargetkan penyelesaian pekerjaan pada badan Jalan Prof. Dr. Moestopo dapat dipercepat sehingga dampak terhadap lalu lintas tidak berlangsung terlalu lama.

Upaya percepatan sempat menghadapi kendala akibat adanya utilitas milik PDAM yang berada di lokasi galian. Persinggungan dengan jaringan pipa mengharuskan penanganan tambahan setelah ditemukan kebocoran pada salah satu saluran air bersih. Kendala tersebut menyebabkan penyesuaian metode pekerjaan agar tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.

Ruang lingkup proyek mencakup penggalian mulai dari depan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Kampus A hingga simpang lampu lalu lintas Jalan Karang Menjangan. Meski demikian, pemerintah kota memprioritaskan penyelesaian pekerjaan di ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo karena menjadi jalur arteri dengan volume kendaraan yang tinggi setiap hari.

Untuk mengurangi gangguan lalu lintas, pekerjaan konstruksi dilakukan pada malam hari mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB. Jadwal tersebut diterapkan berdasarkan koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya agar dampak terhadap mobilitas masyarakat dapat diminimalkan.

Pada siang hari, Dinas Perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas melalui penyesuaian durasi lampu lalu lintas di sejumlah simpang sekitar lokasi proyek. Selain itu, personel Dishub bersama petugas kontraktor juga disiagakan untuk membantu mengatur arus kendaraan dan mengurai kepadatan yang terjadi akibat penyempitan badan jalan.

Adi Gunita menegaskan bahwa pekerjaan konstruksi akan berlangsung setiap hari, termasuk pada akhir pekan maupun hari libur nasional. Langkah tersebut dilakukan agar target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal sekaligus mempercepat normalisasi lalu lintas di Jalan Prof. Dr. Moestopo.

Pemkot Surabaya berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan proyek tersebut karena manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Dengan tersambungnya saluran drainase menuju Rumah Pompa Dharmahusada, kapasitas pengendalian genangan di kawasan Karang Menjangan diproyeksikan meningkat sehingga risiko banjir saat musim hujan dapat ditekan, sekaligus memperkuat sistem drainase perkotaan sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Surabaya. (ita)

Drainase Surabaya DSDABM Surabaya kemacetan rumah pompa Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Jatim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis untuk Masyarakat

01/07/2026 - 18:09 WIB

Kisah Alumni FPK UNAIR, Dari Penerima Bidikmisi hingga Dipercaya Jadi Manager QC QA Industri Nasional

01/07/2026 - 18:02 WIB

ITS Gandeng Universiti Malaya Berdayakan Pelajar Malaysia Lewat Global Community Outreach, Perkuat Kolaborasi ASEAN

01/07/2026 - 17:58 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Khofifah Apresiasi Peran Polri Jaga Kamtibmas dan Kawal Pembangunan Jawa Timur

01/07/2026 - 17:55 WIB

Alumni FEB UNAIR Berkiprah di PBB dan Lembaga Global, Erlangga Landiyanto Bagikan Kunci Menembus Karier Internasional

30/06/2026 - 17:42 WIB

Alumni Fakultas Keperawatan UNAIR Pimpin Tim Diklit RSUD dr Soedono Madiun, Kisah Gagal Masuk FK Berujung Sukses Berkarier

30/06/2026 - 17:42 WIB

Comments are closed.

Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Jatim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis untuk Masyarakat

01/07/2026 - 18:09 WIB

Pemkot Surabaya Minta Maaf atas Kemacetan Jalan Moestopo, Proyek Drainase Dikebut untuk Atasi Genangan Karang Menjangan

01/07/2026 - 18:06 WIB

Kisah Alumni FPK UNAIR, Dari Penerima Bidikmisi hingga Dipercaya Jadi Manager QC QA Industri Nasional

01/07/2026 - 18:02 WIB

ITS Gandeng Universiti Malaya Berdayakan Pelajar Malaysia Lewat Global Community Outreach, Perkuat Kolaborasi ASEAN

01/07/2026 - 17:58 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Khofifah Apresiasi Peran Polri Jaga Kamtibmas dan Kawal Pembangunan Jawa Timur

01/07/2026 - 17:55 WIB

Alumni FEB UNAIR Berkiprah di PBB dan Lembaga Global, Erlangga Landiyanto Bagikan Kunci Menembus Karier Internasional

30/06/2026 - 17:42 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.