Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Kartini Zaman Now, Pakai Aplikasi Lokal

Kartini Zaman Now, Pakai Aplikasi Lokal

TEKNOLOGI redaksi26/04/2018 - 14:00 WIB

Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak pengguna internet di Indonesia untuk menggunakan aplikasi buatan Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Kominfo melalui pesan video yang diputar dalam Soft Launching Aplikasi Messaging Callind di Hotel Borobudur, Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam pesan video berdurasi 2 menit 32 detik itu Menteri Rudiantara mengajak rakyat Indonesia menggunakan aplikasi dalam negeri yang sudah mulai banyak bermunculan.

“Seperti yang hari ini diluncurkan aplikasi media sosial, mesengger, komersil yang disebut CallInd yang dikembangkan oleh Mbak Novi dan timnya bertepatan dengan Hari Kartini,” ungkapnya.

Menurut Menteri Kominfo, kehadiran aplikasi besutan anak negeri ini menunjukkan telah lahir kartini baru muda. “Kartini zaman now, yang tidak hanya bergelut dengan kesetaraan antara wanita atau pria atau gender. Tapi bisa memberikan nilai tambah bagi bangsa ini,” tandasnya.

Sejak dirintis 2016, aplikasi bernama Callind karya Novi Wahyuningsih, gadis asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, akhirnya resmi diluncurkan. Nuansa peringatan Hari Kartini tampak dengan sejumlah tamu undangan yang mengenakan kebaya.

Hadir pada kesempatan itu, Komisaris Utama PT Telkom Indonesia Tbk yang juga ekonom asal Kebumen Hendri Saparini, Sekjen Kementerian Kominfo, Farida Dwi Cahyarini mewakili Menteri Kominfo Rudiantara.

Founder Callind Novi Wahyuningsih menjelaskan, Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia adalah aplikasi chatting yang memungkinkan penggunanya melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call.

Aplikasi yang sudah dapat diunduh di toko aplikasi di Android yakni Play Store, kata Novi, sudah digunakan oleh sejumlah 350 ribu pengguna Android. “Ditargetkan 5 juta pada tahun 2018,” katanya saat launching bersama Komisaris Callind, Sohwat Hadi, Surahman dan Triyono.

Aplikasi ini CallInd dapat digunakan untuk menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak.

“Semoga bisa benar-benar diterima di Indonesia dan bahkan merajai di negeri sendiri, selain itu bisa juga digunakan oleh masyarakat di dunia. Target 50 juta pengguna dalam 3 tahun semoga juga bisa tercapai,” ujarnya.

Callind dapat menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Aplikasi itu menggabungkan beragam platform, mulai aplikasi pesan pribadi, forum, komunitas, iklan dan jual beli produk.

“Kami sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Novi menegaskan bahwa sampai saat ini aplikasi Callind masih terus melakukan pembenahan dan perbaikan sistem serta pengenalan ke publik. Untuk itu dia berharap saran dan kritik dari masyarakat agar Callind bisa semakin baik.

“Kami menyediakan media komunikasi dengan harapan bisa bermanfaat dan menjadi raja di negeri sendiri,” katanya. Sebagai pemilik aplikasi Novi berharap aplikasi chat Callind miliknya dapat diterima semua kalangan.

Sekjen Kementerian Kominfo Farida Dwi Cahyarini mewakili Menteri Kominfo Rudiantara mengapresiasi hadirnya Callind yang mewarnai start up di Indonesia. Ada anak muda di Indonesia apalagi perempuan yang mampu membuat aplikasi yang mampu bersaing di luar negeri. Kami berharap callind akan terus dikembangkan lagi, ” harapnya.

Saat ini di Indonesia lebih dari 140 juta orang yang memiliki akses terhadap internet. Hampir sebagian besar pengguna internet di Indonesia menggunakan aplikasi apakah dalam bentuk media sosial, messaging, chat dan aplikasi lain.

“Banyak aplikasi yang digunakan pengguna internet, apakah itu media sosial, messaging. Mereka menggunakannya berjam-jam,” kata Menteri Rudiantara.

Pola penggunaan seperti itu dinllai Menteri Kominfo tidak ada salahnya, namun ia lebih mengkritisi bahwa pengguna internet di Indonesia lebih banyak menggunakan aplikasi besutan perusahaan luar negeri.

“Tidak ada salahnya, namun kalau kita lihat semua menggunakan aplikasi perusahan intenasional, perusahanan asing. Padahal banyak aplikasi media sosial, messaging yang dikembangkan anak muda Indonesia,” tuturnya.

Menteri Rudiantara mendorong agar pengembang aplikasi di Indonesia dapat menyesuaikan aplikasi.

“Tidak bisa dimungkiri bahwa aplikasi internasional menimbulkan kesan yang mudah penggunaannya lebih user friendly, karenanya saya mengajak kepada siapapun yang mengembangkan aplikasi-aplikasi di Indonesia selalu meng-upgrade aplikasinya agar disesuaikan dengan kebutuhan pasar ini,” jelasnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.