Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Kawasan Lele Digital Pertama di Indonesia

Kawasan Lele Digital Pertama di Indonesia

TEKNOLOGI redaksi01/03/2019 - 15:00 WIB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi inisiatif startup yang telah melakukan sebuah lompatan transformasi praktIk budidaya ikan berbasis digital melalui program kampung perikanan digital di Desa Krimun dan Puntang, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jawa Barat.

Hal tersebut diungkap oleh Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat memberikan sambutan dalam kick off kampung sekaligus kawasan budidaya lele digital pertama di Indonesia tersebut, pekan lalu.

Slamet berharap ke depannya dapat terbentuk kampung-kampung digital baru dengan berbasis pada berbagai komoditas andalan daerah masing-masing. Dengan begitu pembudidaya benar-benar siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang hangat.

Ia yakin, lewat program itu masyarakat pembudidaya bisa memanfaatkan aplikasi digital untuk meningkatkan efisiensi usahanya sehingga pendapatan mereka meningkat.

“Digitalisasi di perikanan budidaya akan membuat nilai jual yang lebih tinggi, mendapatkan kepastian pasar, sarana dan prasarana usaha yang lebih efisien, kemudahan akses teknologi produksi, yang pada akhirnya membuat usaha budidaya makin efisien sehingga pendapatannya pun bisa meningkat. Investasi pun dapat dilakukan secara online, prosesnya makin efektif. Ini merupakan bukti positif dampak industri 4.0,” ujarnya.

Pembudidaya tinggal mengunduh aplikasinya di ponsel pintar miliknya, sehingga memudahkan mereka dalam mengatur waktu dan jumlah pemberian pakan ikan.

“Penggunaan automatic feeder ini di sistem budidaya air tawar akan membuat penggunaan pakan lebih efisien sehingga nilai FCR dapat ditekan,” lanjut Slamet saat menyinggung fungsi alat pemberi pakan otomatis yang dikembangkan oleh eFishery, startup pengembang IoT di bidang Perikanan.

Ia pun meyakinkan bahwa komoditas lele saat ini semakin menjadi primadona, seiring dengan meningkatnya konsumsi ikan di masyarakat. Selain itu, lele saat ini telah menjadi salah satu komoditas ekspor.

Namun demikian, Slamet mengingatkan bahwa massifnya pengembangan usaha budidaya ikan jangan sampai melupakan prinsip keberlanjutan. Semangat budidaya ramah lingkungan harus terus dikedepankan.

“Penataan kawasan budidaya seperti pengaturan IPAL (instalasi pengolahan air limbah-red), sirkulasi keluar masuk air untuk budidaya berkelanjutan harus benar-benar diimplementasikan,” tegasnya.

Ke depan ia mengingatkan pentingnya membentuk koperasi bagi pembudidaya ikan guna memperkuat kelembagaan ekonomi pembudidaya dan dapat dimanfaatkan mengakses berbagai dukungan dari pemerintah dan lembaga lainnya.

KKP sendiri telah menyalurkan berbagai dukungan bagi pengembangan perikanan budidaya khususnya untuk mendukung kawasan minapolitan di Indramayu seperti eskavator, rehabilitasi saluran irigasi budidaya, program pakan mandiri, dan budidaya lele sistem bioflok.

“KKP akan memberikan bantuan eskavator untuk rehab saluran irigasi dan penataan kawasan budidaya serta pembuatan IPAL kepada koperasi pembudidaya lele,” pungkasnya.

Sementara itu Gibran Huzaifah, CEO eFishery menjelaskan manfaat penggunaan alat pemberi pakan otomatis atau aplikasi eFishery bagi pembudidaya ikan. Khususnya bagaimana alat ini mampu membuat pemberian pakan makin efisien.

“Pembudidaya yang sudah menggunakan aplikasi ini bisa berhemat pakan karena waktunya sudah diatur dan jumlahnya sudah ditakar secara otomatis, tinggal dioperasikan melalui ponsel, simple,” katanya. (sak)

Kawasan Lele Digital
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.