Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT
  • Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional
  • Jawa Timur Raih Penghargaan Kemendagri atas Penurunan Pengangguran, Bukti Efektivitas Link and Match Pendidikan dan Industri
  • Khofifah Paparkan Kekuatan Ekosistem Halal Jawa Timur, Siap Perluas Daya Saing ke Pasar Global
  • BEI Gandeng Maskapai Nasional, Dorong Awak Penerbangan Melek Investasi dan Pasar Modal
  • Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
  • Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga
  • Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Kendarai Trail Jokowi Tinjau Tambak

Kendarai Trail Jokowi Tinjau Tambak

PEMERINTAHAN redaksi02/11/2017 - 09:00 WIB

Presiden Joko Widodo mengendarai motor trail sejauh sekitar 2 kilometer saat meninjau lokasi tambak udang dan bandeng di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kab Bekasi, Prov Jawa Barat, Rabu (1/11) siang.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat bagi masyarakat penerima program perhutanan sosial di Desa Pantai Bahagia. Setelah itu, Presiden bertolak ke lokasi tambak yang terletak sekitar dua kilometer dari lokasi pertama dengan mengendari motor trail melalui jalan yang cukup sulit dan berbatu.

Jokowi berpesan agar membuat kelompok besar petani, membuat kelompok besar petambak dengan pola pola korporasi. “Artinya, harus economic scale, harus sekala yang gede sehingga secara hitung hitungan bank masuk atau bankable,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Presiden, pemerintah akan mengedukasi cara-cara menanam udang secara moderen dan pemberian makannya dengan e-fishery atau automatic feeder, yang bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan android. Pemasangan plastik dan kincirnya juga modern.

“Kalau tidak seperti itu ya seperti yang kita dengar tadi disana, satu hektar hanya menghasilkan 3 kilo, padahal satu hektar harusnya menghasilkan 4 sampai 5 ton lah,” tutur Presiden.

Kalau sudah 5 ton, lanjut Presiden, itu berarti bener. Artinya, hasilnya akan kelihatan petani, dan ini yang akan dilakukan pemerintah ke depan. Bukan hanya bisnis model di petani petambak, tapi nanti untuk yang lain seperti petani padi, holtikultura, dengan cara cara seperti ini.

Pemerintah, tegas Presiden, akan mem backup infrastrukturnya, agar jalannya bisa dimasuki mobil kalau nanti sudah panen. Hasilnya, nanti akan dijual keluar (ekspor). “Fungsi swasta dan BUMN adalah off taker,” tegasnya.

Kepala Negara menjelaskan, udang ini pasaran ekspornya sangat besar sekali. Sekarang kita ada di nomor tiga di dunia. “Jadi kalau tambak tambak di Lampung, di Jawa ditarakan jalan kita bisa jadi nomer satu tapi harus dengan cara cara modern seperti ini,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Wagub Jabar Dedy Mizwar. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT

05/06/2026 - 14:29 WIB

Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional

05/06/2026 - 14:20 WIB

Jawa Timur Raih Penghargaan Kemendagri atas Penurunan Pengangguran, Bukti Efektivitas Link and Match Pendidikan dan Industri

05/06/2026 - 14:02 WIB

Khofifah Paparkan Kekuatan Ekosistem Halal Jawa Timur, Siap Perluas Daya Saing ke Pasar Global

05/06/2026 - 13:53 WIB

BEI Gandeng Maskapai Nasional, Dorong Awak Penerbangan Melek Investasi dan Pasar Modal

05/06/2026 - 13:39 WIB

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Comments are closed.

Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT

05/06/2026 - 14:29 WIB

Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional

05/06/2026 - 14:20 WIB

Jawa Timur Raih Penghargaan Kemendagri atas Penurunan Pengangguran, Bukti Efektivitas Link and Match Pendidikan dan Industri

05/06/2026 - 14:02 WIB

Khofifah Paparkan Kekuatan Ekosistem Halal Jawa Timur, Siap Perluas Daya Saing ke Pasar Global

05/06/2026 - 13:53 WIB

BEI Gandeng Maskapai Nasional, Dorong Awak Penerbangan Melek Investasi dan Pasar Modal

05/06/2026 - 13:39 WIB

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.