Khofifah Minta Komitmen Produsen Hingga Distributor Migor
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Khofifah Minta Komitmen Produsen Hingga Distributor Migor

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek ketersediaan bahan pangan dan penerapan harga eceran tertinggi minyak goreng curah di Pasar Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo Surabaya, akhir pekan lalu.

Titik kunjungan pertama yang dikunjungi adalah Pasar DTC. Disana, Kapolri bersama Gubernur Khofifah dan Forkopimda mengecek harga bahan pangan kepada beberapa pedagang secara langsung. Utamanya terkait harga minyak goreng curah, gula, telur, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Tidak hanya ke pasar Wonokromo, Gubernur Khofifah bersama Kapolri dan Forkopimda Jatim juga meninjau PT Smart Tbk Rungkut, Surabaya, yang merupakan salah satu pabrik minyak goreng.

Disana, Gubernur Khofifah, Kapolri, dan Forkopimda Jatim mendapatkan penjelasan dari GM PT Smart Tbk Arthur bahwa mereka memproduksi minyak goreng curah sebanyak 250 ton per hari. Bahkan ke depan akan ditingkatkan lagi.

Dengan kondisi ini, Gubernur Khofifah meminta seluruh distributor minyak goreng Jawa Timur untuk berkomitmen menyalurkan minyak goreng mereka. Hal itu dilakukan agar dapat memenuhi permintaan pasar yang masih tinggi.

“Saya meminta kepada distributor minyak goreng di Jawa Timur agar benar-benar mendistribusikan minyak goreng ke pasar-pasar di Jatim,” kata Gubernur Khofifah.

Sebab menurutnya saat ini masih ada ruang kosong antara produsen, distributor dan konsumen. Dengan produksi 250 ton minyak goreng curah per hari, jika pabrik yang lain melakukan hal yang sama seharusnya tidak terjadi kekosongan dan rantai pasok minyak goreng tidak terputus.

“Dari PT Smart menjelaskan bahwa produksi minyak goreng curah itu 250 ton per hari bahkan sedang berupaya meminta ijin untuk menaikkan produksinya. Penyebab kelangkaan minyak goreng ini harus segera dicarikan solusinya. Caranya adalah dengan sama-sama berkomitmen antara produsen dan distributor untuk dapat memenuhi permintaan pasar,” papar Khofifah.

Terlebih, sebentar lagi akan masuk bulan Ramadhan dan dipastikan kebutuhan minyak goreng akan meningkat. Khofifah meminta kebijaksanaan seluruh pihak agar yang masih menahan pasokan minyak goreng agar segera dilepas ke pasar.

“Sebentar lagi ramadhan, tentu kebutuhan minyak ini meningkat, ayolah kita jaga psikologis masyarakat agar masyarakat lebih tenang dan khusyuk menjalankan ibadah puasa,” ajaknya. (ita)