Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Lestarikan Bahasa Daerah, Ada AkuNusa

Lestarikan Bahasa Daerah, Ada AkuNusa

TEKNOLOGI redaksi03/12/2018 - 15:00 WIB

Berawal dari keprihatinan terhadap punahnya beberapa bahasa daerah di Indonesia, tiga mahasiswa Departemen Teknik Informatika ITS Surabaya merancang aplikasi bernama AkuNusa.

Aplikasi inovatif ini mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan bahasa daerah di nusantara ini.

Ketiga mahasiwa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut ialah Cornelia Natasha, John Harison, dan Ivander William.

Saat ini tercatat sebanyak 709 bahasa daerah di Indonesia. Namun, saat ini dari jumlah tersebut sebanyak 139 bahasa sudah terancam punah.

“Globalisasi yang menjamur di kalangan generasi muda Indonesia juga mulai memudarkan bahasa daerah dari kehidupan sehari-hari kita,” ungkap Ivander, salah satu anggota tim.

Untuk itulah, ketiga mahasiswa ini merancang aplikasi sederhana yang dapat digunakan pada telepon pintar atau smartphone.

Pada aplikasi ini, terdapat pilihan bahasa daerah dari berbagai pulau di Indonesia. Di dalam setiap pilihan bahasa terdapat materi dan ujian untuk menunjang pembelajaran.

Ivander menambahkan, materi yang disajikan ini nantinya akan sangat berguna untuk mengerjakan soal ujian.

“Terdapat tiga tingkat pembelajaran, apabila pengguna berhasil mengerjakan ujian dengan nilai minimal 60, pengguna dapat lanjut ke tingkat yang lebih tinggi,” jelas mahasiswa asal Medan ini.

Selain itu, imbuhnya, aplikasi AkuNusa juga dilengkapi fitur makanan khas dan tempat wisata daerah guna meningkatkan ketertarikan pengguna dalam menggunakan aplikasi tersebut.

“Generasi muda kini lebih suka yang praktis, tidak bertele-tele. Aplikasi ini akan mempermudah mereka dalam mempelajari bahasa sekaligus budaya daerah dalam satu tempat,” tutur mahasiswa angkatan 2016 ini.

Ivander berharap, aplikasi ini dapat meningkatkan minat masyarakat Indonesia dalam mempelajari bahasa daerah. “Diharapkan pula bangsa Indonesia dapat lebih sadar dengan budaya Indonesia karena itu merupakan identitas mereka,” tegasnya.

Untuk pengembangan selanjutnya, mereka ingin mencoba mengaplikasikan fitur dan teknologi terbaru.

“Misalnya dengan pemakaian suara, karena tiap daerah memiliki dialek yang berbeda,” tambah John, anggota tim lainnya.

Selain itu, tim ini juga berharap bisa mendapatkan dukungan untuk memperoleh hak paten terkait aplikasi edukatif tersebut.

Sebelumnya, tim ini juga berhasil mengusung aplikasi AkuNusa tersebut merebut juara dua dalam kompetisi Multimedia and Game Event 4 (MAGE 4) cabang lomba Application (App) di kampus ITS, pertengahan November lalu. (ita)

AkuNusa Bahasa Daerah Departemen Teknik Informatika ITS Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.