Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Manfaat Cahaya bagi Manusia

Manfaat Cahaya bagi Manusia

TEKNOLOGI redaksi07/08/2018 - 16:00 WIB

Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mencoba mengenalkan kepada khalayak tentang manfaat dari cahaya untuk kehidupan manusia.

Hal itu dibahas dalam International Seminar on Photonics, Optics and It’s Application (ISPHoA) yang digelar di Hotel Bumi Surabaya, Rabu, (1/8).

Perhelatan dua tahunan yang sudah kali ketiga ini, menghadirkan narasumber dari berbagai negara. Ketua pelaksana ISPHoA, Dr rer nat Aulia Nasution menjelaskan, cahaya memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Contohnya saja, di dunia medis dewasa ini. Beberapa operasi yang membutuhkan ketelitian tinggi sudah memanfaatkan laser sebagai media pemotong.

“Kondisi kesehatan juga dapat diketahui dengan memanfaatkan interaksi antara cahaya dan kondisi tubuh itu sendiri,” sambungnya memberi contoh lain saat ditemui dalam acara yang akan berlangsung hingga Kamis (2/8) ini.

Pria yang akrab disapa Aulia ini juga memaparkan, dari interaksi tersebut, akan dihasilkan sebuah data yang nantinya diolah sehingga dapat diketahui kondisi kesehatan manusia.

Tidak hanya itu, lanjut Aulia, dalam bidang komunikasi, cahaya dapat dimanfaatkan sebagai kabel penghubung dengan kecepatan yang lebih baik dibandingkan tembaga yang biasa dipakai.

Bahkan Aulia mengklaim, meski manfaatnya sudah banyak dirasakan, tidak banyak masyarakat yang tahu aplikasi dari cahaya ini.

“Dengan adanya seminar semacam ini, khalayak akan tahu seperti apa manfaat cahaya yang tentu tidak sebatas sebagai sumber penerangan,” tutur dosen berkacamata ini.

Profesor ulung dari Malaysia, Prof Dr Harith bin Ahmad yang hadir sebagai pemateri mencoba memberi gambaran tentang beberapa inovasi baru dalam bidang pemanfaatan cahaya.

“Nanomaterial yaitu penggunaan bahan (materi, red) berukuran sangat kecil masih menjadi fokus penelitian optika yang diminati di abad 21 ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, beberapa materi yang dapat bekerja dalam skala nano nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sensor yang cukup efisien. “Dengan ukuran sangat kecil, materi semacam ini akan praktis untuk digunakan karena alat yang tercipta tidak membutuhkan ukuran besar,” paparnya kemudian.

Hadir pula sebagai pemateri, Prof Shi-Wei Chu dari National Taiwan University yang memanfaatkan hamburan plasmon non-linier untuk membuat mikroskop dengan resolusi tinggi.

“Resolusi tinggi akan menghasilkan akurasi pengamatan yang tinggi,” tuturnya. Dengan hasil tersebut, imbuhnya, pengamatan dalam hal pencitraan biomedis atau pemeriksaan organ fungsional dapat dilakukan lebih baik lagi.

Selain kedua pemateri tersebut, Prof Dr Ing Azhar Zam selaku Kepala Biomedical Laser and Optics Group (BLOG) dari Swiss, Prof Sulaiman W Harun dari Malaysia, Prof Parvez Haris dari Inggris, dan Prof Percival F dari Filipina turut memberi gambaran perihal manfaat cahaya bagi kehidupan manusia ke depan. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.