Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Menjadikan Sorgum Alternatif Gandum

Menjadikan Sorgum Alternatif Gandum

EKONOMI BISNIS redaksi08/09/2022 - 15:00 WIB

Indonesia masih mengimpor gandum sebanyak 11 juta ton setiap tahunnya untuk kebutuhan bahan makanan. Ketika pecah perang Rusia-Ukraina, pasokan gandum ke dalam negeri pun kontan berkurang.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mendorong Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk memproduksi tanaman sorgum hingga jagung. Hal ini dilakukan untuk mengurangi impor bahan pokok tersebut (gandum) yang jumlahnya dinilai masih terlalu besar. Padahal, komoditas tersebut bisa dicampur dengan singkong, sagu, hingga sorgum, yakni jenis tanaman yang tergolong tumbuh dengan subur di Indonesia.

Sebagai langkah awal, Presiden Jokowi mengajak Kadin membantu produksi sorgum di lahan seluas 10 hektare. Kelak, Kadin bisa memperluas lahan penanaman sorgum hingga ratusan hektare di NTT, jika terlihat ada prospek baik dari komoditas itu. Kenapa di NTT? Sebab selama ini sorgum diketahui tumbuh subur di wilayah itu.

Selain sorgum, Presiden Jokowi juga menyarankan Kadin untuk mulai membantu menanam jagung. Menurut Presiden Jokowi, saat ini impor jagung Indonesia masih cukup banyak, yakni mencapai 800 ribu ton. Itulah sebabnya, Presiden Jokowi meminta bantuan Kadin agar Indonesia bisa sepenuhnya lepas dari ketergantungan impor komoditas tersebut.

Dalam acara Kadin di TMII, Jakarta Timur, Selasa, 23 Agustus 2022, Presiden Jokowi meminta agar Kadin tidak lagi mengerjakan pertanian secara tradisional. Melainkan harus dilakukan bersama-sama (konsorsium) dengan luasan 100 ribu hektare, menggunakan teknologi mekanisasi modern, dan alat-alat modern, seperti memakai drone untuk pemupukan.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa kondisi ketahanan pangan di Indonesia masih baik. Di tengah krisis pangan yang melanda dunia, kata dia, Indonesia bisa bertahan dan melakukan swasembada beras.

Di tengah kondisi itu pula, Presiden Jokowi mengungkapkan, Indonesia bahkan mendapat penghargaan dari International Rice Research Institute dan dinyatakan telah swasembada pangan sejak 2019.

Tahan Kekeringan
Sebenarnya apa itu sorgum? Diketahui, sorgum adalah tanaman yang termasuk dari famili Gramineae. Sorgum juga merupakan salah satu jenis serealia yang tahan terhadap kekeringan, sehingga dapat tumbuh dengan ketersediaan air yang sedikit. Hal itulah yang membuat tanaman itu sangat baik untuk dibudidayakan sebagai bahan pangan.

Data dari Badan Pusat Statistik (2019-2020), jumlah produksi sorgum sekitar 4.000-6.000 ton per tahun dan tersebar di lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Budi Daya Serealia pada 2019, produksi tanaman sorgum di Indonesia lima tahun terakhir hanya meningkat dari 6.114 ton menjadi 7.695 ton.

Beberapa literatur menyebutkan, sorgum memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis serealia lainnya, seperti, beras, singkong, dan gandum. Kandungan zat besi sorgum sebanyak 5,4 mg/100 g, lebih tinggi dibandingkan dengan zat besi dalam beras pecah kulit (1,8 mg/100 g) dan gandum (3,5 mg/100 g).

Kandungan protein sorgum 10-11%, lebih tinggi dibandingkan dengan protein beras giling (6-7%), dan hanya sedikit di bawah gandum (12%).

Presiden Jokowi sangat serius saat merencanakan pemanfaatan sorgum. Ia bahkan telah meminta jajarannya untuk membuat roadmap atau peta jalan terkait produksi dan hilirisasi sorgum hingga 2024. Arahan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat menggelar rapat internal dengan jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya usai rapat mengatakan, hingga saat ini realisasi pengembangan sorgum masih sekitar 4.355 hektare, yang tersebar di enam provinsi dengan hasil produksi mencapai 15.243 ton atau sekitar 3,36 ton per hektare.

Target musim sasaran tanam sorgum pada 2022 sebesar 15.000 hektare. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengembangan sasaran tanam sorgum hingga 154 ribu hektare pada 2024.

“Presiden minta diprioritaskan untuk daerah Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Waingapu yang kemarin sudah dilihat. Tahun 2023 dipersiapkan lahan sejumlah 115.000 hektare dan di 2024 sebesar 154.000 hektare,” ungkapnya.

Bahan Baku Pakan Ternak
Airlangga menjelaskan, kini produksi sorgum di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal tanaman tersebut diyakini mampu menjadi komoditas pengganti tanaman lainnya, seperti jagung dalam bahan baku pembuatan pakan ternak, dan bisa juga dijadikan bioetanol. Industri pakan ternak sekarang bahan bakunya 50% jagung dan 50% protein lain.

Tentu dari protein lain ini salah satunya bisa menggunakan sorgum untuk off-taker pakan ternak. Selain itu, sorgum juga bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang saat ini mengalami permasalahan di dunia.

Airlangga Hartarto juga menyebut, sudah ada delapan industri kecil dan menengah sebagai off-taker sorgum, di mana mereka selama ini sudah menjadi pasar tradisional bagi produk sorgum. Sekarang, harga sorgum kering panen sekitar Rp13.000. (indonesia.go.id)

Menjadikan Sorgum Alternatif Gandum
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.