Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Mobil Hemat ITS Siap ke SEM Asia 2019

Mobil Hemat ITS Siap ke SEM Asia 2019

TEKNOLOGI redaksi25/03/2019 - 15:00 WIB

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berkesempatan untuk menunjukkan prestasinya di level internasional.

Tiga tim mobil hemat energi andalanya yaitu Sapuangin, Nogogeni, dan Antasena yang akan unjuk diri pada ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Ketiga tim ini dilepas secara resmi oleh Rektor ITS terpilih periode 2019 – 2024, Prof Dr Ir Mochamad Ashari, di halaman Rektorat ITS, Jumat (22/3) siang.

Dalam sambutannya, Ashari mengungkapkan, jika tiga tim ini sudah memiliki nama besar dengan sederet prestasinya baik di level nasional maupun internasional.

Rasa terima kasih juga disampaikan atas perjuangan yang sudah dilakukan oleh semua elemen terkait mulai dari mahasiswa, dosen pemimbing, dan juga kampus ITS dari sebelum kompetisi hingga setelah kompetisi berlangsung.

“Semua dilakukan demi kesuksesan sekaligus kelancaran proses ketiga tim dalam mempertahankan gelar juara yang sudah diraih sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ajang SEM Asia 2019 yang akan berlangsung pada tanggal 29 April – 2 Mei 2019 mendatang ini, menandai 10 tahun diselenggarakannya kompetisi yang menantang para mahasiswa dari berbagai universitas se-Asia.

Mereka ditantang untuk berinovasi dan merakit beragam mobil hemat energi yang nantinya berkompetisi di lintasan balap. “Dari 10 tahun pelaksanaan itu, ITS melalui tim Sapuangin mampu menjadi yang terbaik selama delapan tahun berturut-turut,” tandasnya.

Pada SEM Asia 2019 ini, ITS akan menurunkan ketiga timnya pada kelas yang berbeda. Tim ITS Sapuangin dengan mobilnya Sapuangin XI Evo 2 akan turun berlaga pada kelas Urban Concept dengan bahan bakar gasolin. Kemudian Nogogeni ITS Team dengan mobilnya Nogogeni V EVO akan berkompetisi pada kelas Urban Electric.

Sedangkan tim terakhir yaitu Antasena ITS Team dengan mobilnya yang dijuluki Antasena FCH 1.0, nantinya akan turun berlaga pada kelas Urban Concep berbahan bakar hidrogen.

Ketiga tim ITS berfokus pada kelas urban, di mana kategori tersebut dirasa cocok dan lebih dekat dalam pengembangan mobil yang berkonsep city car.

Dr Ir Atok Setyawan MEngSc selaku perwakilan dosen pembimbing dari ketiga tim menjelaskan, di kelas urban ini mobil-mobil dari Indonesia memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan negara lainnya pada ajang SEM Asia.

Ajang ini juga sekaligus pembuktian dalam hal inovasi dan pengembangan mobil, khususnya bagi tim-tim dari ITS, melihat persaingan di ajang SEM ini didominasi oleh tim dari Indonesia.

“Dibutuhkan usaha dan kerja keras yang lebih dari semua elemen di dalam ketiga tim ini,” tambah dosen Teknik Mesin ini.

Atok juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan baik dari pihak kampus, dosen, mahasiswa, dan juga Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA) ITS.

“Harapannya kami mampu menjaga nama baik ITS yang dikenal sebagai kampus unggulan dan juga kiblat inovasi mobil hemat energi bagi kampus lainnya di Indonesia,” tandasnya.

Bila sebelumnya, ITS hanya bisa mendapat jatah mengirimkan dua tim, untuk SEM Asia 2019 ini ITS mendapat jatah tiga tim.

Hal ini terjadi berkat keberhasilan Tim Sapuangin yang menjuarai kompetisi internasioanal Drivers’ World Championship Competition 2018 di London, sehingga tahun ini ITS mendapatkan kesempatan menurunkan tiga tim untuk pertama kalinya.

Pada kesempatan yang sama, General Manager (GM) Tim Nogogeni ITS, Ahmad Ibad Maulana, menjelaskan bahwa timnya sudah berusaha dengan maksimal untuk meraih hasil yang terbaik dalam persiapan lomba ini.

Sejauh ini, mereka selalu mengikuti perubahan regulasi yang terkait, baik segi teknis maupun nonteknis untuk meminimalisir hal-hal yang bisa menghambat proses kompetisi.

“Kompetitor terberat kami berasal dari Vietnam, di mana mereka memegang rekor pada kelas yang kami ikuti,” ungkap mahasiswa Teknik Mesin Industri ITS ini.

Untuk Tim Sapuangin sendiri telah melakukan persiapan selama empat bulan terakhir. Mereka fokus pada optimalisasi mobil dalam hal penyesuaian regulasi dan juga jalur lintasan mengingat ajang SEM Asia 2019 dilaksanakan di lintasan yang baru di Malaysia.

“Target kami jelas yaitu merajai level Asia, setelah sebelumnya sukses menjadi juara di level nasional,” ujar Vito Hanif Addinuri, Manajer Nonteknis Tim Sapuangin.

Ajang SEM Asia 2019 ini merupakan ajang kembalinya Tim Antasena untuk berlaga di ajang yang sama, setelah sempat vakum selama enam tahun. Namun, sebelumnya Tim Antasena berlaga di kelas Prototype hydrogen dan terakhir berlaga pada tahun 2012 silam di ajang SEM Asia ini.

Anatsena sendiri merupakan pioneer untuk pengembangan mobil urban berbahan hidrogen di Indonesia.

Ghalib Abyan selaku General Manager (GM) Tim Antasena menjelaskan mengenai kategori perlombaan di kelas urban dengan energi hidrogen. Ada beberapa tantangan yang dihadapi, karena penggunaan teknologi hidrogen masih tergolong baru.

Kemudian dari segi fuel cell yang dibawa harganya cukup mahal sehingga harus berhati-hati. “Kami mengaplikasikan inovasi teknologi dengan menggunakan 3D printing buatan kami sendiri sebesar 25 persen pada bodi mobil, sehingga berat mobil turun drastis mencapai 80 kilogram,” papar mahasiswa Teknik Material ITS ini. (ita)

ITS Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2019
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

FIPEC 2026 ITS Tampilkan 150 Inovasi Mahasiswa, dari AI Mitigasi Banjir hingga IoT untuk Smart Farming

05/07/2026 - 19:15 WIB

ITS dan Curtin University Pamerkan Inovasi Desain Upcycling Berbasis AI, Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

04/07/2026 - 23:00 WIB

ITS Gandeng Universiti Malaya Berdayakan Pelajar Malaysia Lewat Global Community Outreach, Perkuat Kolaborasi ASEAN

01/07/2026 - 17:58 WIB

Guru Besar ITS Kembangkan Desain Keselamatan Kapal Pengangkut Kendaraan Listrik untuk Cegah Risiko Kebakaran EV

30/06/2026 - 17:32 WIB

Guru Besar ITS Kenalkan Sustainable Manufacturing, Strategi Perkuat Industri Nasional dan Ekonomi Sirkular

29/06/2026 - 22:14 WIB

Guru Besar ITS Gagas AI Adaptif Berbasis Continual Learning untuk Perkuat Ketahanan Siber dan Kedaulatan Teknologi

17/06/2026 - 18:43 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.