Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Modal Sosial pada Caleg Perempuan

Modal Sosial pada Caleg Perempuan

KOMUNITAS redaksi10/05/2018 - 15:00 WIB

Perempuan Minangkabau yang menempati posisi tinggi dalam aspek sosial dan budaya di Sumatera Barat ternyata tidak serta merta mendapatkan posisi yang sama dalam kedudukan politik.

Hal ini terlihat dari masih sedikitnya perempuan yang memiliki posisi strategis dalam politik dan pemerintahan, juga tercermin dari jumlah keterwakilan di DPRD yang masih jauh dari kuota 30% yang diberikan oleh Undang-undang.

Berawal dari latar belakang keunikan budaya Minangkabau inilah, Indah Adi Putri, melakukan penelitian untuk disertasinya tentang kemenangan perempuan calon legislatif (caleg) dan modal sosial yang dimiliki oleh mereka.

Dosen Universitas Andalas yang menempuh pendidikan doktoralnya di Ilmu Politik FISIP UI ini ingin melihat bagaimana caleg perempuan yang ada di Sumatera Barat menggunakan modal sosial yang sudah ada untuk mendapatkan posisi politik di DPRD.

Menggunakan metode kualitatif, penelitian dilakukan dengan wawancara terhadap tiga orang caleg perempuan yang berhasil mendapatkan kursi di DPRD Sumatera Barat dalam Pemilu 2014.

Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini antara lain teori modal sosial Putnam, didukung oleh teori dari ahli lain seperti Uphoff, Grootaert dan Coleman.

Hasilnya, penelitian ini memperlihatkan bahwa caleg perempuan yang menang tersebut memiliki modal sosial yang terdiri dari jaringan, norma, dan kepercayaan.

Temuan lain mengatakan bahwa dengan cara-cara yang tepat, seperti pendekatan silaturahim dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat serta kampanye door to door, maka modal sosial dapat mempengaruhi kemenangan caleg perempuan di Sumatera Barat.

Filosofi penggunaan modal sosial oleh caleg perempuan Minangkabau adalah cancang aia ndak ka putuih. Filosofi tersebut memiliki arti bahwa hubungan yang terbangun dari kedekatan karena suatu kaum maupun satu alumni organisasi dan satu kampung itu diibaratkan seperti mencincang air, tak akan pernah putus.

Dari temuan-temuan ini, Indah menyimpulkan bahwa modal sosial yang dimiliki caleg perempuan Minangkabau sangat menekankan pada budaya Minang, yang bentuknya tidak ditemukan dalam modal sosial ala teori Putnam.

Indah berhasil mempertahankan disertasinya ini dalam sidang doktoral yang diketuai Prof Dr Robert MZ Lawang dan dipromotori Prof Dr Maswadi Rauf MA, pada pekan lalu. Indah berhasil meraih gelar doktor Ilmu Politik FISIP UI ke-106 dengan predikat sangat memuaskan. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.