Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Observatorium Terbesar Segera Dibangun di NTT

Observatorium Terbesar Segera Dibangun di NTT

TEKNOLOGI redaksi20/07/2018 - 13:00 WIB

Untuk mengamati bintang, planet dan benda langit lainnya, dibutuhkan kondisi langit yang bebas dari polusi cahaya.

Alasan tersebut yang mendasari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) memilih daerah Amfoang yang terletak di lereng Gunung Timao, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur sebagai lokasi pembangunan observatorium nasional.

Hal tersebut diungkapkan Thomas Djamaluddin, kepala LAPAN pada acara Pencanangan Situs Observatorium Nasional pertama milik LAPAN di Amfoang pekan lalu.

Thomas menambahkan, posisi Amfoang yang berada di belahan bumi bagian selatan menjadi keunggulan karena jumlah observatorium yang mengamati langit selatan sangat sedikit, yaitu hanya terdapat di Afrika Selatan, Amerika Selatan dan Australia.

Amfoang menjadi lokasi yang terbaik untuk mendirikan observatorium karena memiliki persentase kecerahan langit cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia, dimana dalam setahun terdapat sekitar 250 langit malam cerah yg memungkinkan pengamatan astronomi di jendela optik.

“Cahaya lampu di perkotaan mengganggu kegelapan langit sehingga masyarakat kota telah kehilangan keindahan langit di malam hari. Namun masyarakat di Amfoang terbiasa melihat ratusan milyaran bintang pembentuk galaksi Bimasakti”, ujar Thomas.

Staf Ahli Menristekdikti bidang Relevansi dan Produktivitas, Agus Pudji Prasetyono mewakili Menristekdikti menyampaikan bahwa pembangunan observatorium di Amfoang akan memberikan manfaat pada aspek ilmu pengetahuan, aspek ekonomi serta aspek sosial.

Menurut Agus, kehadiran observatorium akan memicu sektor pariwisata sehingga diperlukan infrastruktur yang menunjang aktivitas di Amfoang. Selain itu perguruan tinggi yang berada di Provinsi NTT harus pula berperan menyiapkan program studi yang relevan dengan pengelolaan observatorium.

“Kemenristekdikti akan terus mendorong sekuat tenaga agar pembangunan observatorium ini berjalan sesuai dengan rencana”, tegas Agus.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki menyampaikan bahwa kondisi Amfoang saat ini memang sangat tertinggal. Kehidupan masyarakat terbilang sangat susah karena akses transportasi dan komunikasi sering terputus.

Ayub berharap dengan pembangunan observatorium ini dapat merangsang pembangunan infrastruktur khususnya akses jalan menuju Amfoang. Selain itu kehadiran observatorium diharapkan dapat merangsang aktivitas ekonomi masyarakat Amfoang.

“Walaupun Indonesia sudah merdeka lebih dari 70 tahun, namun banyak orang yang bilang selama ini Amfoang belum menikmati kemerdekaan karena kurang tersentuh pembangunan. Namun hari ini kita menyaksikan Pemerintah memberikan hadiah berupa pembangunan observatorium yang merupakan jawaban dari doa dan perjuangan masyarakat Amfoang selama ini”, ujar Ayub.

Observatorium di Amfoang ini kelak bukan hanya terbesar di Indonesia, namun juga di Asia Tenggara. Observatorium ini akan mengoperasikan lebih dari sepuluh teleskop dengan berbagai fungsi, dengan ukuran diameter teleskop terbesar yaitu 3,8 meter.

Observatorium yang menelan biaya sekitar Rp 300 miliar ini diharapkan dapat beroperasi pada awal 2020. Pada Kawasan di sekitar Observatorium juga ditetapkan sebagai Taman Nasional Langit Gelap, yang akan menjadi situs pariwisata khas kabupaten Kupang bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan langit di malam hari. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.