Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Optimistis Pemulihan Ekonomi di Bursa

Optimistis Pemulihan Ekonomi di Bursa

EKONOMI BISNIS redaksi25/02/2022 - 16:00 WIB

Papan skor pada Bursa efek Indonesia (BEI) kembali mengukir indeks harga saham gabungan (IHSG) tertinggi (all time hight) pada Jumat (18/02). Indeks sempat menyentuh level 6.897 pada sesi perdagangan siang, sebelum ditutup di level 6.892.

Dibanding sepekan sebelumnya, IHSG menguat 1,13%, dan kapitalisasinya juga meningkat 1,26%, hingga mencetak rekor tertingginya dengan nilai mencapai Rp8.695 triliun.

Kenaikan IHSG terangkat oleh penguatan sembilan indeks sektoral. Hanya dua indeks sektoral yang merosot ke zona merah. Sektor transportasi dan logistik menciut 1,04%. Sektor kesehatan melemah 0,15%. Namun, sektor infrastruktur melonjak 2,37%.

Sektor teknologi melejit 1,90%. Sektor properti dan real estat melesat 1,47%. Sektor perindustrian terdongkrak 1,18%. Sektor keuangan menggeliat naik 0,91%. Sektor barang konsumsi primer menguat 0,86% dan sektor barang konsumsi nonprimer naik 0,78%. Sektor barang baku menguat 0,73% serta sektor energi naik 0,44%.

Kendati IHSG dan kapitalisasi pasar membukukan peningkatan, frekuensi transaksi bursa rata-rata harian tertekan 6,86%, dengan volume transaksi yang menyusut hingga 9,31% menjadi 23,82 miliar saham, dari pekan sebelumnya yang 26,27 miliar saham.

Maka, nilai transaksi harian rata-rata juga terkikis 8,57%, menjadi Rp12,434 triliun dari Rp13,599 triliun di pekan sebelumnya. Toh, kenaikan indeks terjadi karena secara rata-rata harga saham yang diperdagangkan mengalami penguatan.

Di tengah menipisnya transaksi harian itu, investor asing terus menunjukkan kegairahannya, dengan mencatatkan nilai beli bersih Rp799,28 miliar di hari Jumat, menjelang akhir pekan. Di sepanjang pekan itu, capital inflow dari investor asing tercatat sebesar Rp3,8 triliun. Capaian itu memperkuat catatan beli bersih asing sepanjang tahun 2022 ini menjadi Rp19,184 triliun.

Para analis pasar modal mengatakan, kenaikan IHSG pada sepekan terakhir ini menunjukkan adanya keyakinan bahwa pemulihan ekonomi nasional akan terus berlanjut.

Sendi ekonomi makro di dalam negeri pun makin membaik, yang ditunjukkan adanya surplus baik pada neraca perdagangan maupun neraca pembayaran. Data surplus ganda itu beredar luas di berbagai kalangan di BEI.

Keterangan pers Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (16/2/2022), usai rapat paripurna Kabinet Indonesia Maju, menyebutkan bahwa perekonomian nasional sudah melampaui kondisi prapandemi, bahkan menambah sentimen positif di BEI.

Isyarat kuat bahwa pemerintah akan kembali ke ketentuan APBN yang lama, dengan defisit anggaran maksimum 3 persen DGP, tak mengurangi kegairahan di BEI.

Sejumlah isu dengan potensi meniupkan sentimen negatif juga beredar. Isu global konflik Rusia dan Ukraina masih terus membayang-bayangi pasar modal. Namun, adanya tren meredanya ancaman perang itu membuat sentimen negatif itu meredup.

Gelagat ancaman inflasi global juga ikut mewarnai sentimen di pasar modal. Para investor pun terus mencermati inflasi di Amerika Serikat (AS) yang pekan lalu mencapai 7,5 persen. Inflasi juga terjadi di sejumlah negara emerging. Argentina mencatat inflasi 50 persen, Turki 48 persen, Brazil 10,4 persen, Rusia 8,7 persen, dan Meksiko 7,1 persen.

Yang diwaspadai para investor pasar modal dari situasi inflasi ini adalah kebijakan yang akan diambil The Fed, yang apa pun tindakannya akan mempengaruhi situasi moneter global. Namun, pengetatan kebijakan moneter The Fed untuk meredam inflasi di AS, dengan menaikkan suku bunga, sejauh ini dianggap belum terlalu berdampak bagi kondisi moneter di Indonesia.

BEI sepanjang pekan juga menikmati sentimen positif lainnya, yakni dari harga minyak sawit mentah (CPO) yang terus menguat akibat tarikan pasar ekspor yang masih kuat.

Terlepas tarikan ekspor itu membuat minyak goreng dalam negeri melonjak, toh penguatan harga CPO ikut menjadi perangsang kenaikan IHSG. Apalagi, pajak impor CPO ke India dipangkas dari 7,5 persen menjadi 5 persen.

Sejumlah analis mengatakan yakin bahwa IHSG masih berpotensi menguat, menorehkan angka all time hight (ATH) yang baru dan menembus batas psikologis 7.000 di pekan keempat Februari 2022. Isu pandemi dan kenaikan harga komoditas pangan di pasar global dan domestik diperkirakan tak cukup sensitif untuk mendatangkan arus balik.

Namun, isu kenaikan bunga dari kebijakan The Fed akan menjadi perhatian para investor. Bila sentimen negatif melonjak, IHSG bisa terdorong turun ke level 6.740–6.790.

Bursa Obligasi di BEI juga makin semarak. Satu obligasi baru kembali masuk ke pasar, dan menjadi obligasi ke-7 dari 6 emiten untuk 2022. Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai saat ini berjumlah 484 emisi, diterbitkan 124 emiten, dengan total nilai nominal outstanding Rp432,24 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 124 emiten.

Ada pun surat berharga negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 146 seri dengan nilai nominal Rp4.708,07 triliun dan USD200,00 juta. Di tengah upaya pemulihan ekonomi ini, BEI semakin kuat posisinya sebagai penyedia modal alternatif di luar perbankan. (indonesia.go.id)

Optimistis Pemulihan Ekonomi di Bursa
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.