Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Pakar ITS Soal Amblesnya Jalan Gubeng

Pakar ITS Soal Amblesnya Jalan Gubeng

TEKNOLOGI redaksi21/12/2018 - 15:30 WIB

Warga Surabaya sempat digegerkan tragedi amblesnya sebagian ruas Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Selasa (18/12) malam. Agar tidak muncul berbagai anggapan yang kurang tepat terkait hal itu di masyarakat, pakar dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Ir Indrasurya B Mochtar MSc PhD turut angkat bicara.

Pembangunan proyek tempat parkir bawah tanah (basement) yang tepat di samping jalan menjadi sorotan khusus berkaitan amblesnya jalan sepanjang 100 meter dengan lebar 25 meter dan kedalaman 20 meter tersebut.

Namun, profesor yang ahli pada bidang Rekayasa Geoteknik tersebut menjelaskan bahwa penyebabnya tidak dapat langsung ditentukan tanpa melakukan pengkajian yang lebih dalam.

Setelah melihat langsung di lokasi kejadian bersama tim dari Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS, Rabu (19/12) pagi, Indrasurya menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa sepenuhnya disebut longsor.

Hal tersebut karena terlihat volume tanah yang berpindah tempat ke proyek galian basement tidak sebanyak yang seharusnya. “Jadi kemungkinan ada sebagian tanah yang ambles masuk ke dalam perut bumi,” ungkap Kepala Laboratorium Mekanika Tanah ITS tersebut.

Indrasurya juga memaparkan bahwa kejadian amblesnya jalan pada proyek basement ini sangat unik dan penuh pertanyaan. Pasalnya, hanya satu sisi penggalian yang mengalami ambles, yakni sisi jalan raya.

Sedangkan sisi lainnya masih kokoh berdiri berbagai bangunan yang relatif besar dan tidak terjadi sesuatu hal apa pun.

Pada umumnya pula, menurut pria yang juga akrab disapa Indra itu, amblesnya suatu tanah biasa terjadi karena dampak dari air hujan yang sangat lebat. Namun faktanya, beberapa jam sebelum kejadian, tidak terjadi hujan yang cukup besar di area tersebut.

Berdasarkan dari data persebaran struktur tanah di Surabaya, juga menyebutkan bahwa struktur tanah di proyek tersebut bisa dikatakan layak untuk penggalian basement. ”Hal ini juga didukung dengan salah satu sisi penggalian yang belum memiliki dinding penyangga yang kokoh tapi tidak terjadi perpindahan tanah sedikit pun,” ungkapnya.

Setelah melakukan pertemuan terbatas dengan berbagai pihak yang terkait di ruangan khusus Rumah Sakit Siloam Surabaya, Tim dari ITS akan ikut serta membantu proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya jalan yang ambles itu.

Khususnya akan berdampingan dengan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Selain tindakan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini, lanjut Indra, sebenarnya yang paling penting adalah segera dilakukan pemulihan fungsi jalan yang terputus total karena ambles.

Tujuannya agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kembali dengan aman dan nyaman. Sebab, putusnya jalan searah tersebut berakibat munculnya beberapa titik kepadatan lalu lintas kendaraan di sekitar ruas kejadian.

Kejadian yang kali pertama di Kota Surabaya ini diharapkan tidak akan terulang kembali dan cepat dilakukan pemulihannya. “Setidaknya butuh waktu satu bulan untuk pemulihan secara penuh, bahkan bila semua pihak bisa bekerja dengan baik, hanya membutuhkan sekitar satu sampai dua minggu saja,” pungkasnya. (ita)

Jalan Ambles Gubeng Pakar ITS Prof Ir Indrasurya B Mochtar MSc PhD
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.