Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Pakar ITS Soal Amblesnya Jalan Gubeng

Pakar ITS Soal Amblesnya Jalan Gubeng

TEKNOLOGI redaksi21/12/2018 - 15:30 WIB

Warga Surabaya sempat digegerkan tragedi amblesnya sebagian ruas Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Selasa (18/12) malam. Agar tidak muncul berbagai anggapan yang kurang tepat terkait hal itu di masyarakat, pakar dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Ir Indrasurya B Mochtar MSc PhD turut angkat bicara.

Pembangunan proyek tempat parkir bawah tanah (basement) yang tepat di samping jalan menjadi sorotan khusus berkaitan amblesnya jalan sepanjang 100 meter dengan lebar 25 meter dan kedalaman 20 meter tersebut.

Namun, profesor yang ahli pada bidang Rekayasa Geoteknik tersebut menjelaskan bahwa penyebabnya tidak dapat langsung ditentukan tanpa melakukan pengkajian yang lebih dalam.

Setelah melihat langsung di lokasi kejadian bersama tim dari Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS, Rabu (19/12) pagi, Indrasurya menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa sepenuhnya disebut longsor.

Hal tersebut karena terlihat volume tanah yang berpindah tempat ke proyek galian basement tidak sebanyak yang seharusnya. “Jadi kemungkinan ada sebagian tanah yang ambles masuk ke dalam perut bumi,” ungkap Kepala Laboratorium Mekanika Tanah ITS tersebut.

Indrasurya juga memaparkan bahwa kejadian amblesnya jalan pada proyek basement ini sangat unik dan penuh pertanyaan. Pasalnya, hanya satu sisi penggalian yang mengalami ambles, yakni sisi jalan raya.

Sedangkan sisi lainnya masih kokoh berdiri berbagai bangunan yang relatif besar dan tidak terjadi sesuatu hal apa pun.

Pada umumnya pula, menurut pria yang juga akrab disapa Indra itu, amblesnya suatu tanah biasa terjadi karena dampak dari air hujan yang sangat lebat. Namun faktanya, beberapa jam sebelum kejadian, tidak terjadi hujan yang cukup besar di area tersebut.

Berdasarkan dari data persebaran struktur tanah di Surabaya, juga menyebutkan bahwa struktur tanah di proyek tersebut bisa dikatakan layak untuk penggalian basement. ”Hal ini juga didukung dengan salah satu sisi penggalian yang belum memiliki dinding penyangga yang kokoh tapi tidak terjadi perpindahan tanah sedikit pun,” ungkapnya.

Setelah melakukan pertemuan terbatas dengan berbagai pihak yang terkait di ruangan khusus Rumah Sakit Siloam Surabaya, Tim dari ITS akan ikut serta membantu proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya jalan yang ambles itu.

Khususnya akan berdampingan dengan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Selain tindakan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini, lanjut Indra, sebenarnya yang paling penting adalah segera dilakukan pemulihan fungsi jalan yang terputus total karena ambles.

Tujuannya agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kembali dengan aman dan nyaman. Sebab, putusnya jalan searah tersebut berakibat munculnya beberapa titik kepadatan lalu lintas kendaraan di sekitar ruas kejadian.

Kejadian yang kali pertama di Kota Surabaya ini diharapkan tidak akan terulang kembali dan cepat dilakukan pemulihannya. “Setidaknya butuh waktu satu bulan untuk pemulihan secara penuh, bahkan bila semua pihak bisa bekerja dengan baik, hanya membutuhkan sekitar satu sampai dua minggu saja,” pungkasnya. (ita)

Jalan Ambles Gubeng Pakar ITS Prof Ir Indrasurya B Mochtar MSc PhD
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.