Proses penanganan bencana banjir dan longsor Pacitan kini masuki masa pemulihan infrastruktur dan kepastian pemenuhan logistik. Terkait hal itu, kebutuhan logistik masih tercukupi dan aman setidaknya satu minggu ke depan.
Penanggungjawab Logistik, Panji di Tim BPBD Pacitan dikonfirmasi di Posko Komando Utama kompleks Akademi Komunikasi Negeri (AKN) Pacitan, Senin (18/12) sore mengatakan, untuk satu minggu kedepan, kebutuhan logistik masih mencukupi.
Ini karena, bantuan dari berbagai pihak berupa sembako, alat kesehatan, air mineral, dan kebutuhan rumah tangga lain, terus mengalir dan telah dikoordinasi dengan baik untuk proses distribusinya.
“Seminggu ke depan kita aman. Kebutuhan semua bahan pokok untuk pengungsi masih tercukupi. Kami memang sarankan bantuan dapat dikumpulkan di sini (AKN, red), karena kita yang lebih daerah prioritas mana yang perlu bantuan. Namun demikian, kita juga memfasilitasi dan menunjuk daerah prioritas bagi penyumbang yang mau langsung ke lokasi memberi bantuan,” ujarnya kepada Kominfo Jatim.
Dikatakan Panji, untuk daerah pengungsian yang kini mendapat prioritas, yakni pengungsian Manungharjo Arjosari dengan jumlah sekitar 300 jiwa serta Desa Kedungbendo sekitar 280 jiwa. Dua desa ini merupakan daerah yang menjadi korban longsor kategori parah.
Seperti diketahui, hujan dengan intensitas tinggi terjadi 27-28 November lalu mengguyur wilayah Pacitan. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga dan jalan raya tergenang air. Cuaca ekstrem yang terjadi akibat pengaruh Siklon Tropis Cempaka telah menyebabkan bencana banjir, longsor dan puting beliung.
Akibat banjir dan tanah longsor, beberapa jalur yang lumpuh total, yaitu jalur Ponorogo-Pacitan terputus di Slahung akibat tanah longsor, jalur Ponorogo-Ngadirojo (Wonogiri)- Pacitan akibat banjir, jalur Ponorogo-Ngrayun – Tulakan-Jalan Lintas Selatan kondisi longsor di Desa Ngadirojo. Kemudian jalur Ponorogo-Gemaharjo (Pacitan) akibat tanah longsor dan jalur Pacitan Arjosari-Wonogiri dan Purwantoro (Jawa Tengah) putus jembatan di Kecamatan Nawangan.
Sebanyak 35 desa yang tersebar di lima kecamatan menjadi korban banjir dan tanah longsor. Yakni Kecamatan Pacitan 19 desa, Kecamatan Arjosari 9 desa, Kecamatan Punung 1 desa, Kecamatan Ngadirojo 3 desa, dan Kecamatan Kebonagung 3 desa. Posko tanggap darurat menyatakan 3 bulan ke depan untuk proses pemulihan. Artinya, penanganan akan berakhir awal Maret dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi. (ist)

