Selama bulan Februari 2019, nilai ekspor komoditas pertanian Jawa Timur menembus angka Rp 2 triliun ke lebih dari 82 negara.
Di Jawa Timur, perusahaan eksportir komoditas asal tumbuhan dan hewan masing-masing berjumlah 896 dan 438 perusahaan, dan 26 diantaranya telah menerapkan sistem inline inspection.
Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya M Musyafak Fauzi, mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi dan penyumbang devisa, termasuk Jawa Timur yang pada tahun 2018. Sektor ini menempati urutan ketiga dalam Produk Domestik Regional Bruto.
Dikatakannya, ekspor produk tumbuhan didominasi CPO, Kopi, kayu, Margarine, Mente, Cengkeh, Lada, Pala, dan Nilam dengan nilai 1,6 triliun, sedangkan hewan dan produk hewan didominasi Sarang Burung Walet ke China, Susu ke Thailand, Bulu bebek ke Taiwan, dan Ular Hidup ke China senilai Rp 451,6 miliar.
Capaian tersebut tidak lepas dari peran BBKP Surabaya dalam memfasilitasi eksportasi komoditas pertanian, mulai dari pemeriksaan komoditas pertanian sampai dengan penerbitan Health Certificate dan Phytosanitary Certificate.
Sampai dengan Februari 2019, BBKP Surabaya telah melakukan sertifikasi 391 jenis komoditas pertanian yang diekspor ke berbagai negara.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan peran sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian telah meluncurkan program Agro Gemilang atau Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa.
Peluncuran Agro Gemilang dan ekspor komoditas pertanian oleh Barantan dilaksanakan pada 27 Februari 2019 lalu di Kabupaten Ngawi, yang ditandai secara simbolis dengan penyiraman truk yang berisi komoditi ekspor dengan air kendi oleh Dr Emil Dardak MSc, Wakil Gubernur Jawa Timur. (jnr)

