Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Pemetaan Potensi Energi Laut di Indonesia

Pemetaan Potensi Energi Laut di Indonesia

PROFIL redaksi20/09/2018 - 14:00 WIB

Berlakunya Kebijakan Energi Nasional yang tertera pada Perpres No. 5 Tahun 2006 yang salah satunya mengenai penganekaragaman energi, menuntut Indonesia agar bisa lebih mengembangkan sumber energi alternatif.

Hal ini untuk mengurangi dominasi penggunaan bahan bakar fosil berupa batu bara dan minyak bumi.

Menjawab tantangan yang ada tersebut, Hanna Anie Sharlene Rayitno Soebari, mahasiswa Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terinspirasi untuk melakukan pemetaan potensi energi laut guna membantu menyediakan energi listrik alternative di Indonesia.

Melalui Tugas Akhir (TA) yang berjudul Pemetaan Potensi Energi Laut di Pantai Selatan Pulau Jawa Menggunakan Pemodelan Hidrodinamika, Hanna menampilkan informasi terkait lokasi potensi energi laut yang ekonomis dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.

Selain melakukan analisa secara spasial, ia juga menampilkan estimasi besaran energi listrik yang tersedia di suatu daerah. “Apalagi Indonesia adalah negara maritim, tentunya memiliki potensi kelautan yang besar,” ungkap gadis berparas manis ini.

Lebih lanjut, Hanna menuturkan, data lapangan seperti angin dan pasang surut digunakan sebagai parameter untuk pemodelan hidrodinamika miliknya. Dari sini akan dihitung rentang pasang surut (pasut), ketinggian gelombang, dan kecepatan arus.

“Kemudian dilakukan analisa terkait besar kecilnya tingkat kesalahan yang dihasilkan dari model tersebut, jika tingkat kesalahannya kecil maka model dianggap sudah mewakili kondisi yang sebenarnya di lapangan,” jelasnya.

Sempat terkendala lamanya pengumpulan data, Hanna menyebarkan 43 titik observasi di sepanjang area studi dengan jarak 20 kilometer antar titik.

Titik-titik tersebut akan dianalisa potensi energinya berdasar nilai minimum yang dibutuhkan, yaitu rentang pasut sebesar dua meter, kecepatan arus 0,5 m/s, dan ketinggian gelombang 1,6 meter.

“Setelah itu baru ditambahkan parameter analisa spasial di mana titik tersebut dianggap potensial jika berjarak maksimal lima kilometer dari akses jalan terdekat,” papar mahasiswa kelahiran 1995 itu.

Melalui bimbingan dosen, Danar Guruh Pratomo PhD, pemodelan hidrodinamika ini dilakukan dengan bantuan software Delft 3D yang berasal dari Belanda. Software ini dapat melakukan simulasi numerik aliran air yang menggunakan persamaan matematika untuk menggambarkan fenomena fisik aliran.

Selain itu, Delft 3D dipilih karena dapat diakses oleh setiap orang, sehingga memungkinkan penggunaanya untuk berdiskusi dengan tim di Belanda. “Perbandingan ketinggian air dan arus juga lebih bagus jika dibandingkan software Mike 21,” tutur mahasiswi yang akan diwisuda pada 16 September 2018 mendatang.

Sesuai dengan video dan peta yang menjadi keluarannya, dari 43 titik yang ia sebar, perairan selatan Pulau Jawa memiliki potensi energi pasang surut sebanyak 19 titik lokasi. Untuk potensi energi arus hanya ada di tujuh tempat.

Dengan begitu, ia menekankan hasil ini menjanjikan jutaan megawatt aliran listrik jika dikelola dengan baik. “Yang tertinggi di daerah Kedungkaji, energi yang ada mencapai 1.041 MW,” pungkas perempuan yang kini bekerja di PT Alur Pelayaran Barat Surabaya itu. (ita)

Energi Laut Hanna Anie Sharlene Rayitno Soebari Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

FIPEC 2026 ITS Tampilkan 150 Inovasi Mahasiswa, dari AI Mitigasi Banjir hingga IoT untuk Smart Farming

05/07/2026 - 19:15 WIB

ITS dan Curtin University Pamerkan Inovasi Desain Upcycling Berbasis AI, Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

04/07/2026 - 23:00 WIB

ITS Gandeng Universiti Malaya Berdayakan Pelajar Malaysia Lewat Global Community Outreach, Perkuat Kolaborasi ASEAN

01/07/2026 - 17:58 WIB

Guru Besar ITS Kembangkan Desain Keselamatan Kapal Pengangkut Kendaraan Listrik untuk Cegah Risiko Kebakaran EV

30/06/2026 - 17:32 WIB

Guru Besar ITS Kenalkan Sustainable Manufacturing, Strategi Perkuat Industri Nasional dan Ekonomi Sirkular

29/06/2026 - 22:14 WIB

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.