Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Pencegahan Rusaknya Bangunan Sungai

Pencegahan Rusaknya Bangunan Sungai

KOMUNITAS redaksi23/03/2018 - 16:00 WIB

Besarnya debit air dapat menyebabkan propagasi alur sungai yang bisa berpengaruh pada tingkat keamanan dan kerawanan bangunan sungai yang telah dibuat.

Kondisi tersebut mendorong tim dosen dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan analisis pada fluktuasi debit air yang melalui sungai .

Propagasi alur sungai adalah suatu proses di dalam sungai yang berkaitan dengan erosi di satu sisi disertai dengan sedimentasi di sisi lain, yang berakibat pada bergesernya alur sungai sehingga bisa membahayakan infrastruktur di dekatnya.

Dilatarbelakangi oleh kenyataan tersebut, tim yang terdiri dari tiga dosen yaitu Dr Ir Kuntjoro MT, Ir Ismail Sa’ud MMT dan Ir Didik Harijanto CES ini berhasil memodelkan pergerakan alur sungai guna menentukan tingkat kerawanan bangunan sungai dengan tepat.

Ketua tim, Dr Ir Kuntjoro MT menjelaskan bahwa debit pada suatu sungai tidak pernah konstan, hal ini serupa dengan catatan yang dihasilkan oleh alat perekam muka air otomatis atau biasa disebut Automatic Water Level Recorder (AWLR).

“Erosi dan sedimentasi juga disebabkan oleh perubahan debit sungai, hal itu berpengaruh terhadap pembentukan dan perubahan dasar sungai,” paparnya, dikutip Humas ITS.

Penelitian dilakukan pada kawasan sungai Brantas, dengan mempertimbangkan hidraulika sungai, luas penampang basah, kedalaman air dan kemiringan dasar sungai, transportasi sedimen berperan dalam pembentukan keseimbangan geometri sungai. “Kami melakukan analisis propagasi alur sungai, sedimen dan geometris sungai Brantas di segmen Mojokerto,” tambahnya.

Dalam kurun dasawarsa terakhir yang tercatat pada AWLR, menurut Kuntjoro, terlihat perubahan-perubahan pola fluktuasi debit yang ditengarai sebagai pemicu propagasi alur sungai. “Analisis debit dilengkapi dengan data geometri sungai dan teknis tanah yang kemudian dianalisa dengan teori KUN-QArSHOV dan metode Wallingford,” ungkap doktor lulusan Universitas Brawijaya, Malang tersebut.

Diterangkan Kuntjoro lagi, analisis yang dilakukan tersebut dapat memprediksikan aliran sungai, debit dan sedimentasinya yang kemudian memunculkan satu kesimpulan bahwa pergerakan sungai dipengaruhi oleh besarnya fluktuasi debit dan geometri sungai.

Kuntjoro mengatakan, hasil dari penelitian ini telah diaplikasikan pada pembangunan sungai Batui di Luwuk, Sulawesi Tengah. Kemudian, di tahun ini juga akan dilakukan penelitian lebih lanjut terkait deteksi dini banjir dengan indikator pola fluktuasi debit. “Tahun 2018 ini, kami akan melanjutkan penelitian yang sama untuk menyempurnakan hasil dari sebelumnya,” pungkas dosen hidraulika tersebut. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.