Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Perjuangan Tunanetra Seleksi Masuk UGM

Perjuangan Tunanetra Seleksi Masuk UGM

KOMUNITAS redaksi14/07/2018 - 13:00 WIB

Taufik Rahmadi (19) nampak serius menyimak salah seorang pengawas ujian membacakan soal satu per satu. Ia kemudian hanya ditanya pilihan jawaban yang dipilihnya.

Tidak jarang ia meminta pengawas untuk mengulang membacakan soal agar ia betul-betul yakin dengan jawaban yang dipilihnya.

Taufik tidak bisa mengerjakan sendiri. Sebagai peserta dengan berkebutuhan khusus atau penyandang tuna netra, Taufik dibantu dua orang pengawas yang bertugas mendampingi dan membantunya mengerjakan soal ujian.

Satu orang pengawas bertugas membacakan soal sedangkan satu orang lainnya bertugas menulis jawaban yang dipilih Taufik untuk disalin di sebuah lembar jawaban.

Taufik adalah salah satu dari 18 peserta yang berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian tulis UGM yang dilakukan secara serentak di empat kota besar di Indonesia, Minggu (8/7).

Taufik yang mengenakan baju batik warna biru ini bercita-cita ingin menjadi diplomat. Ia pun memilih Prodi Hubungan Internasional Fisipol UGM sebagai pilihan pertamanya. Sedangkan pilihan kedua dan ketiga, ia memilih Prodi Politik dan Pemerintahan serta Prodi Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya.

Selain Taufik, peserta berkebutuhan khusus lainnya yang lokasi ujiannya berada di kampus UPN Veteran Yogyakarta ini yakni Miftakul Choirul Ilmi (19). Pemuda kelahiran Sidoarjo ini juga didampingi oleh dua pengawas yang berprofesi sebagai guru di SLB Minggir Sleman.

Penyandang tuna netra ini juga bercita-cita menjadi diplomat dengan memilih Prodi Hubungan Internasional. Taufik dan Choirul ditempatkan di ruang khusus.

Saat proses pelaksaan ujian, Rektor UGM juga sempat berkunjung untuk melihat secara langsung proses pelaksaan ujian bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

Rustamji, Koordinator Kesehatan untuk panitia UTUL UGM, mengatakan ada 18 peserta berkebutuhan khusus dari 60.563 peserta yang mengikuti poses seleksi di empat kota besar. “Terdiri 9 orang tuna daksa, 7 orang tuna netra dan 2 orang tuna rungu,”ujarnya.

Selama proses pelaksanaan ujian untuk peserta berkebutuhan khusus ini juga dipantau oleh UKM Difabel UGM. Wakil Ketua UKM Difabel UGM, Tio Tegar, mengatakan pihaknya akan memantau secara langsung sejauh mana pelayanan yang diberikan panitia kepada peserta berkebutuhan khusus.

”Kita hanya memastikan agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan sebagaimana mestinya,”katanya.

Fitriana selaku anggota tim dokter bidang kesehatan UTUL UGM menyebutkan selama proses pelaksanaan ujian kali ini diketahui tidak ada peserta yang mendapatkan perawatan serius, namun pihaknya menyiapkan 100 orang tenaga kesehatan, dua oprang dokter dan dua unit mobil ambulan.

Ia menyebutkan ada dua peserta yang mendapatkan pendampingan dari panitia karena kesulitan berjalan akibat kecelakaan motor yang dialami dua minggu sebelum ujian serta satu orang peserta lainnya batal mengikuti ujian karena terserang asma. “Karena khawatir, orang tuanya meminta untuk tidak datang mengikuti ujian,”katanya. (ist/Humas UGM)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.