Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Perkuat Pendidikan Karakter Pancasila Anak

Perkuat Pendidikan Karakter Pancasila Anak

KOMUNITAS redaksi28/02/2023 - 14:00 WIB

Pemkot Surabaya berkomitmen dalam memperkuat pendidikan karakter dengan menanamkan ideologi Pancasila pada anak. Karenanya, pemkot kembali menggelar silaturahmi bersama para tenaga pendidik keagamaan yang dikemas dalam acara Kumpul Akrab Tenaga Pendidikan Keagamaan (KURMA) Tahun 2023, di Convention Hall, Kamis (23/02).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, serta turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya KH Pardi.

Pada silaturahmi ketiga kali ini, Pemkot Surabaya mengundang para tenaga pendidik keagamaan di wilayah Surabaya Selatan. Yakni, sebanyak 1.700 tenaga pendidik keagamaan yang diharapkan bisa mencetak generasi yang berakhlak mulia.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi karena Pemkot Surabaya harus hadir untuk mengedukasi. Alhamdulilah Kepala Kemenag Kota Surabaya KH Pardi juga hadir, sehingga kami berharap dari agama apapun itu pada waktu memberikan pelajaran keagamaan maka berikan rasa toleransi yang tinggi,” kata Eri Cahyadi.

Tak hanya itu saja, Eri juga meminta para tenaga pendidik keagamaan untuk membantu anak-anak memahami ajaran kitab suci sesuai dengan kepercayaan yang dianut.

“Jangan menghafalkan saja tetapi juga tahu artinya, sehingga bisa menjalankan dalam kehidupannya. Saya berharap toleransi tetap bisa dijaga. Dan kita tetap mempertahankan NKRI ideologi Pancasila tanpa ada ideologi yang lainnya,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya KH Pardi mengatakan, pihaknya mendukung langkah Pemkot Surabaya dalam memberikan penguatan kepada para tenaga pendidik keagamaan di Kota Pahlawan.

“Karena itu bagi kami semua, program Pak Wali harus kita dukung untuk mewujudkan karakter anak Surabaya yang berakhlak. Kami akan terus menanamkan perilaku keagamaan dan mengedepankan akhlakul karimah. Ini tidak hanya pada satu agama saja, tetapi untuk semua agama,” kata KH Pardi.

Oleh sebab itu, pihaknya juga terus melakukan monitoring. Sebab, tujuan utama adalah untuk mewujudkan Kota Surabaya memiliki rasa toleransi, rukun, damai, aman, dan nyaman.

“Kami punya 8 penyuluh di masing-masing kecamatan sebagai ujung tombak. Karena ini adalah program yang luar biasa, semua guru agama bersama-sama untuk mendukung dalam mewujudkan pemahaman keagamaan dan pelaksanaan perilaku keagamaan,” ujarnya.

Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh menjelaskan, melalui kegiatan Kurma tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menginginkan adanya pendidikan karakter anak yang mengedepankan perilaku keagamaan. Sebab, pemkot memiliki beragam program pendidikan non formal untuk memenuhi aspek religi keagamaan, akademis, dan pengembangan talenta anak.

“Teman-teman TPQ dan Sekolah Minggu ini adalah pendidikan non formal, diharapkan bisa memenuhi aspek religi. Selain kegiatan ini, ada pula program Sekolah Arek Suroboyo (SAS) yang juga menanamkan tiga aspek, seperti religi agama, akademis, dan talenta,” pungkasnya. (ita)

Pendidikan Karakter Pancasila
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.