Pertemuan SBY dan Presiden Jokowi
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Pertemuan SBY dan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jumat (27/10) siang.

Tiba pukul 14.05 WIB, SBY disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di tangga Istana Merdeka. Tak lama setelah itu, Presiden Jokowi kemudian menyambut dan bersalaman dengan SBY di ruang tengah Istana Merdeka dan bersama-sama menuju beranda belakang.

Tampak Presiden Jokowi yang mengenakan setelan jas berwarna hitam, dengan dasi merah dan kemeja putih, kemeja putih lengan panjang, sementara SBY mengenakan batik lengan panjang berwarna coklat.

Keduanya berbincang santai sambil sesekali Presiden Jokowi dan SBY tersenyum di sela pertemuan tersebut. Setelah itu, keduanya kemudian berpindah ke ruangan Jepara Istana Merdeka.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengemukakan, pertemuan antara Jokowi dan SBY sudah direncanakan cukup lama.

“Jadi awalnya waktu itu kita sudah komunikasi, tapi Pak SBY nggak bisa karena ke Thailand atau ke mana ya? ke Asean. Setelah itu pulang sebentar, Pak Presiden enggak ada waktu, Pak SBY pergi lagi ke Darwin. Jadi baru pulang kemarinnya, terus paginya janjian ketemu di Istana,” kata Pratikno di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (28/10) siang.

Mensesneg juga mengemukakan, bahwa tidak ada isu yang spesifik yang dibahas dalam pertemuan itu, karena dalam pertemuan tersebut dibicarakan banyak hal, bermacam-macam tentang isu-isu politik, ekonomi, baik global maupun nasional saat ini.

“Kemudian isu-isu kebangsaan, termasuk nyinggung dikit tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Gitu aja, enggak ada yang sangat spesifik,” sambung Pratikno seraya menekankan, bahwa ini adalah silaturahmi. “Yang penting antar pemimpin yang saling bertukar pikiran. itu saja,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai masukan yang disampaikan SBY dalam pertemuan itu, Mensesneg Pratikno mengemukakan, bahwa pertemuan itu adalah dialog 2 (dua) arah. Selebihnya, dirinya tidak ikut di dalam pertemuan. Namun kalau ada permintaan, Mensesneg berjanji akan menyampaikan kepada Presiden. “Ini kan juga inisiatif kedua belah pihak,” pungkasnya. (sak)