Plasma BUMN untuk Indonesia
KESEHATAN PERISTIWA

Plasma BUMN untuk Indonesia

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) meluncurkan program “Plasma BUMN untuk Indonesia” serentak di 15 provinsi dan disaksikan secara online di 34 provinsi, pekan lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat PT Pertamina (Persero) di Jakarta secara virtual melalui aplikasi zoom ini juga dihadiri Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla dan Staf Khusus III Menteri BUMN yang juga inisiator program Plasma BUMN Untuk Indonesia, Arya Sinulingga, serta direksi dari beberapa BUMN.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, donor plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19 sehingga bisa meningkatkan angka kesembuhan dan menekan kematian akibat Covid-19.

“Pendaftar donor plasma ada 1.048 orang, terdiri dari 66 BUMN di 33 provinsi. Insya Allah kerja sama yang dilakukan antara BUMN dan PMI ini bisa terus bergulir. Sebab seperti yang disampaikan Bapak Jusuf Kalla bahwa setiap 400 CC (plasma) bisa menyelamatkan 2 nyawa manusia dan ini memang sangat penting bagaimana terus menekan jumlah kematian akibat Covid-19,” kata Erick.

Dia menuturkan, perusahaan BUMN harus memberikan kontribusi melalui public service atau pelayanan masyarakat untuk menekan penularan Covid-19. “Karena itu terlepas tugas kami menjaga korporasi di Kementerian BUMN, tak lupa bagaimana tugas public service terus dilaksanakan,” ujarnya.

Menurutnya, plasma BUMN untuk Indonesia diharap bisa memberikan kontribusi pada penyembuhkan masyarakat Indonesia dalam melawan Covid-19. Apalagi BUMN memiliki potensi sumber daya besar dan tersebar di seluruh provinsi, sehingga harus menjadi garda terdepan dalam setiap kesempatan.

Program “Plasma BUMN untuk Indonesia” ini kata Erick, diluncurkan untuk mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi corona untuk menyelamatkan pasien Covid-19. Dia berharap, nantinya semua yang sudah terinfeksi dan sesuai persyaratan, mau mendonorkan plasmanya untuk sesama.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla mengatakan, PMI sudah melaksanakan donor plasma sebanyak 14.500 kantong darah kepada yang membutuhkan sejak Mei 2020.

Dia tak menampik bahwa salah satu langkah untuk mengendalikan pandemi Covid-19 melalui vaksinasi. Di samping itu tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Hanya itu yang bisa mengatasinya melalui (vaksinasi), di samping menjalankan kedisiplinan masyarakat dengan tetap melaksanakan 3M dan 3T. Sebab jika (positif Covid-19) capai 2 juta, maka masalahnya kesulitan rumah sakit,” tukas JK, sapaan akrabnya.

Sementara itu, program “Plasma BUMN untuk Indonesia” di Makassar dilaksanakan di Kantor PMI Kota Makassar dan diikuti hampir semua BUMN yang ada, yakni PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), PT Pertamina, PT Semen Tonasa, PT IKI, PT KIMA, PT Virama Karya, serta perbankan BUMN.

Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Kementerian BUMN yang telah menginisiasi kegiatan ini dan berkomitmen untuk menindaklanjuti kegiatan ini karena pihaknya selama ini memang mengalami kesulitan terkait donor plasma.

“Tadi Pak JK sudah sampaikan bahwa tingkat keberhasilan pendonor di Jakarta itu sudah berada di atas angka 18%, jadi hampir 20% dan dari 100 itu ada 20 pendonor. Tapi kalau kita di Makassar ini baru berada di angka kurang lebih 9%, masih dua kali lebih rendah dari yang ada di Jakarta,” kata Deng Ical, sapaan karibnya.

Menurutnya, di antara 12 pendonor yang diperiksa baru satu yang berkesempatan untuk berdonor plasma. Kenapa? Karena belum semua penyintas Covid di-tracing dan belum semua juga mau menyampaikan secara mandiri bahwa mereka terkena Covid atau sudah sembuh.

“Jadi belum ada self assessment dari Dinas Kesehatan. Bahkan kita baru 3 pekan terakhir setelah program donor plasma dilaunching, baru mendapatkan dukungan dari tim Satgas Covid-19.”

Dia mengemukakan, pihaknya tidak memiliki target untuk donor plasma. “Pokoknya sebanyak mungkin karena sejauh ini PMI Kota Makassar sudah melayani 11 provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), seperti Timika, Papua, Papua Barat, Ambon, Ternate, Morowali, Manado, Samarinda dan Batu Licin,” sebutnya.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Makassar, Sukmawati mengatakan saat launching program ini, total ada 13 penyintas Covid-19 yang diterima dari BUMN, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata hanya dua orang yang bisa lolos karena memenuhi syarat sebagai pendonor.

“Ada beberapa syarat jika seseorang ingin melakukan donor plasma. Di antaranya, harus laki-laki, bukan orang tanpa gejala (OTG), rentang masa dinyatakan negatif yakni 14 hari sampai dengan 1 bulan dan juga melalui pemeriksaan kesehatan lainnya,” terang Sukmawati. (sak)