Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Polusi Udara Jadi Gas Ramah Lingkungan

Polusi Udara Jadi Gas Ramah Lingkungan

TEKNOLOGI redaksi23/08/2019 - 14:00 WIB

Meningkatnya jumlah pengendara kendaraan bermotor saat ini, tentunya mengakibatkan pula semakin meningkatnya kadar polusi udara.

Apalagi dalam radius lingkungan yang kurang hijau atau kurang adanya tanaman yang tumbuh, dapat dipastikan kualitas udaranya tidak sesuai dengan aturan kesehatan yang ada.

Menyadari hal itu, tiga orang mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menyulap polusi udara kendaraan bermotor tersebut justru menjadi gas yang aman dan layak buang.

Ketiga mahasiswa itu adalah Alvin Rahmad Widyanto, Vina Rizky Andina, dan Hafildatur Rosyidah di bawah bimbingan dosen Ir Endang Purwanti Setyaningsih MT.

Polusi udara yang dimaksud merupakan jenis-jenis gas beracun yang dapat mengakibatkan gangguan atau penyakit pernapasan, seperti gas karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon.

“Hal ini perlu ditangani lebih lanjut karena aktivitas manusia yang tak bisa luput dari kendaraan, dan jika dibiarkan akan makin memperburuk kesehatan lingkungan,” tutur Alvin yang dipercaya sebagai ketua tim.

Guna mengatasi masalah tersebut, lanjut Alvin, ia dan timnya berinovasi untuk menciptakan katalitik konverter berupa reaktor atau tabung kecil yang berisikan lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan berupa katalis MnO2/Zeolit-Y Hierarki.

Menurut Alvin, adanya tembaga dan katalis tersebut berguna mereduksi atau mengubah gas karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon tersebut menjadi gas karbondioksida, nitrogen, uap air, dan ion sulfat.

“Jadi prosesnya, gas-gas beracun itu diserap terlebih dahulu oleh katalis kemudian dikonversi oleh katalis juga,” sambungnya.

Gas hasil konverter tersebut telah diteliti oleh tim sangat aman dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Seperti gas karbondioksida sebagai bahan fotosintesis bagi tumbuhan, nitrogen untuk daya dukung kesuburan tanah, uap air dan ion sulfat sebagai produk yang aman bagi lingkungan,” jelas mahasiswa asal Mojokerto itu.

Reaktor katalitik ini telah dipasang oleh tim pada knalpot kendaraan dan disusun sedemikian rupa agar tidak menimbulkan polusi suara dari knalpot. Menurut Alvin, kelebihan katalitik konverter ini mampu digunakan dalam satu tahun dengan masa satu kali penggantian bahan. Selain itu, bahan katalis yang digunakan berharga ekonomis dan mudah didapatkan di pasar bahan kimia pada umumnya.

Inovasi yang dikembangkan tim ini akan ditunjukkan sebagai bentuk karya penelitian pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 pada 27 Agustus mendatang.

“Kami sangat bangga ketika kami berhasil menjadi perwakilan ITS di ajang Pimnas kali ini, serta berharap bisa mendapatkan medali emas kelak,” tutur Vina, anggota tim lainnya, penuh harap. (ita)

Gas Ramah Lingkungan ITS Polusi Udara
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.