Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»RSTKA Tambah Kru dan Logistik

RSTKA Tambah Kru dan Logistik

KESEHATAN redaksi27/01/2021 - 16:00 WIB

Rumah Sakit Kapal Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) yang hendak ke Sulawesi Barat kini tertahan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/01) dini hari pukul 03.00 WITA. Selain karena faktor cuaca, kapal bersandar untuk melengkapi perbekalan dan logistik. Meski demikian, Direktur RSTKA dr Agus Hariyanto SpB, menyebutkan bahwa RSTKA akan segera melanjutkan perjalanan ke Mamuju dan Majene.

“Ada banyak korban yang harus segera ditangani, terutama yang membutuhkan layanan operasi. Di dalam kapal terdapat kamar operasi yang bisa dimanfaatkan oleh dokter bedah, dokter umum maupun dokter ortopedi untuk memberikan pelayanan yang terbaik di sana,” ujar koordinator Lapangan RSTKA itu.

Selama bersandar, menurut dr Agus, kapal RSTKA mengisi bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan menuju Mamuju. Waktu tempuh menjadi bertambah kurang lebih 5 hari, dari estimasi sebelumnya 3 hari.

Selain itu, kapal menjemput kru tambahan, mengambil obat-obatan, mengisi air, serta mengangkut logistik yang belum terbawa. Logitik itu, antara lain, pakaian layak pakai, makanan, buku, dan bantuan perbekalan berupa ikan segar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga Dr dr Christrijogo Sumartono SpAnKAR, yang sudah tiba di Mamuju Senin (18/01) melaporkan kondisi terkini pengungsi masih berpencar. “Warga ketakutan sekali pada kejadian gempa ini. Korban juga banyak yang belum mau dibawa ke Mamuju,” ungkapnya.

Saat ini Dr Chris membantu berkoordinasi di RS Regional Provinsi Sulawesi Barat. Dia membantu PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) untuk mengelola pasien-pasien COVID-19. Kondisi bencana di tengah pandemi sangat sulit.

“Pasien COVID-19 banyak yang terbengkalai. Sebab, Satgas Penanganan Covid-19 tidak berjalan akibat bencana. Hingga Senin malam (18/01) belum ada tes PCR sama sekali,” sebut dokter spesialis anestesi itu.

Salah satu yang menjadi perhatian Dr Chris adalah bercampurnya pasien COVID-19 dan non COVID-19 di RSUD Mamuju. “Screening-nya dengan swab antigen. Alat PCR tidak ada. Kalau membutuhkan swab PCR harus ke Makassar,” katanya.

Dengan problem swab tersebut, Tim AJU 1 yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur dan IDI Surabaya siap melakukan seribu pemeriksaan SWAB antigen. Termasuk, terdapat 18 tenaga kesehatan yang akan ikut memebantu di Mamuju. Mereka terdiri atas 2 apoteker, 2 dokter bedah, 2 dokter anestesi, 4 dokter umum, 4 perawat umum, 2 perawat anastesi, dan 2 perawat bedah operasi.

Tim juga dilengkapi dengan peralatan laboratorium, Alat Pelindung Diri (APD) Hazmat, masker N95, dan handsanitizer. Kemudian, kapal RSTKA juga membawa lima Tenda-tenda besar ukuran 4 x 8 meter. Tenda itulah yang akan difungsikan menjadi tempat untuk memisahkan pasien serta tempat peristirahatan tim penanganan bencana. (ita)

Rumah Sakit Kapal Terapung Ksatria Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.