Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Sekam Padi Menghasilkan Bioavtur

Sekam Padi Menghasilkan Bioavtur

TEKNOLOGI redaksi24/08/2018 - 14:00 WIB

Tahun 2014, Indonesia mencapai defisit hingga 0,9 juta kiloliter untuk salah satu hasil olahan minyak bumi, yaitu aviation turbine fuel atau biasa disebut avtur.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengganti bahan bakar pesawat terbang jenis jet ini dengan bioavtur, yakni avtur berbahan dasar minyak kelapa sawit.

Sayangnya, hasil produksi bioavtur dari minyak kelapa sawit tersebut dinilai masih kurang ekonomis karena mahal bahan bakunya.

Berangkat dari masalah tersebut, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berupaya mencari bentuk produksi bioavtur yang lebih efektif dan efisien. Konvensionalnya, minyak kelapa sawit disuling dengan menggunakan katalis SiO2 (silika).

Namun dengan cara tersebut, bioavtur yang dihasilkan hanya sebanyak 36 persen dari volume minyak kelapa sawit. “Sudah katalisnya mahal, hasilnya pun sedikit,” ucap Mabrur Zanata, ketua tim penelitian ini.

Sehingga tercetuslah ide untuk mengganti katalisatornya dengan abu sekam padi. Tentu saja tidak dengan pertimbangan yang sedikit. Mabrur bertutur, total produksi gabah di Indonesia sangatlah besar, mencapai angka 70,87 juta ton tiap tahunnya. Menariknya, kandungan silika dalam sekam padi sendiri bisa mencapai 90 persen.

Namun, proses produksi yang dilakukan tim ini bukan tanpa halangan. Mahasiswa Departemen Teknik Kimia ini mengaku cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk mengolah sekam padi hingga menjadi silika.

“Pertama-tama, kami harus mengaktifkannya menggunakan asam klorida, kemudian menghilangkan pengotor dengan proses kalsinasi,” papar Mabrur sperti disampaikan Humas ITS.

Tidak sampai di situ, lanjutnya, proses berlanjut dengan melakukan impregnasi silika dengan logam nikel. “Di tahap ini kami baru menyelesaikan katalisnya,” tutur mahasiswa asal Bogor ini.

Katalis tersebut kemudian direaksikan dengan minyak kelapa sawit yang beragam persentase katalisnya dalam dua variabel suhu yaitu 300 dan 400 derajat celcius.

“Hasil paling optimum yang kami dapat ialah 45,17 persen bioavtur yang didapat dari perbandingan katalis dan minyak kelapa sawit sebesar 3:100,” beber Mabrur menerangkan hasil penelitian tiga sekawan ini.

Hasil penelitian tersebut sempat dipresentasikan dalam gelaran International Seminar on Science and Technology 2018, pada 9 Agustus lalu. Guna menyempurnakan hasil ini, Mabrur berencana menggunakan dua variabel perbandingan katalis lain, yaitu senilai 7 persen dan 9 persen.

Penelitian ini sukses memperoleh pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tak hanya itu, tiga mahasiswa tingkat dua ini juga berhak melaju ke ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), akhir Agustus mendatang di Yogyakarta. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.