Semangat PON Bukan Hanya Kompetisi
OLAHRAGA

Semangat PON Bukan Hanya Kompetisi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa semangat dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga semata, tetapi yang paling penting juga arena memperkuat jalinan persaudaraan, persatuan, dan solidaritas antardaerah.

“Sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa tanah Papua banyak lahir talenta-talenta hebat di bidang olahraga,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Penyelenggaraan PON ke-20 Tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, akhir pekan lalu.

PON yang akan berlangsung di Papua tanggal 20 Oktober hingga 2 November 2020, menurut Presiden sudah sangat dekat sekali.

“Waktu sekarang tinggal 276 hari dan saya ingin mendapatkan laporan, yang pertama mengenai infrastruktur pendukung untuk penyelenggaraan PON mulai dari pembangunan venue maupun non-venue hingga kesiapan akomodasi bagi kurang lebih 9411 atlet dan official yang akan datang ke Papua,” tutur Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden mengaku telah menerima laporan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang sudah memutuskan pengurangan dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan, menjadi 37 cabang olahraga dengan 678 nomor pertandingan.

“Selain itu lokasi pertandingan juga dipusatkan di 4 daerah yaitu di Kota Jayapura, di Kabupaten Jayapura di Kabupaten Mimika, dan di Kabupaten Merauke,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden menegaskan kembali meminta laporan dari kementerian dan lembaga termasuk dari Wakil Gubernur Papua mengenai progres penyiapan infrastruktur yang sudah ada di lapangan.

Di akhir pengantar, Presiden ingin menitipkan pesan agar pembangunan infrastruktur pendukung ini agar dipikirkan tidak hanya untuk PON saja, tapi juga pasca penyelenggaraan PON juga bisa dipakai untuk kegiatan yang lain.

“Jangan sampai sarana dan prasarana olahraga yang sudah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit justru tidak dimanfaatkan lagi karena tidak terawat. Karena itu, saya menegaskan lagi agar Gubernur Papua, Provinsi Papua membuat rencana pemanfaatan sarana prasarana olahraga ini terutama untuk pemilihan bibit-bibit unggul anak-anak Papua di bidang olahraga,” pungkas Presiden di akhir Pengantar.

Sementara Menpora Zainuddin Amali, menyampaikan bahwa, untuk penyelenggaraan PON, baik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), PB PON, dan pemerintah tingkat pusat telah menyampaikan kepada Presiden mengenai kesiapan PON yang direncanakan akan dilakukan pada bulan Oktober tahun 2020 di Papua.

“Persiapannya sudah jalan, tinggal bagaimana menyelesaikan hal-hal yang masih kurang. Untuk venue yang dilaksanakan oleh PB PON dan pemerintah daerah, itu diperkirakan bulan Maret sudah selesai. Kemudian yang dilaksanakan oleh kementerian PUPR itu diperkirakan bulan Juli juga sudah selesai,” ujar Menpora.

Tentang keikutsertaan dari kontingen, menurut Menpora, juga sudah dikonfirmasi oleh Ketua Umum (Ketum) KONI, semuanya akan siap pada waktunya sehingga tidak ada lagi persoalan yang terlalu krusial dan mengkhawatirkan.

“Teman-teman dari Pemerintah Provinsi Papua tadi telah memberikan jaminan di hadapan Pak Presiden bahwa pelaksanaan PON ini akan berlangsung dengan baik dan mudah-mudahan sukses dan kondisinya akan kondusif, itu yang menyangkut PON,” tambah Menpora.

Semua ini, menurut Menpora, dikerjakan secara bersama-sama, antara Kemenpora Koni, dan teman-teman yang terkait PB PON, juga ada bantuan dari penyelenggaraan yang dimintakan kepada Ketua NOC (National Olympic Committee), Raja Sapta Oktohari.

“Ini, karena beliau ini pernah memimpin suatu kepanitiaan waktu Asian Para Games, maka diberi tugas untuk mempersiapkan tentang opening dan closing ceremony untuk Pekan Olahraga Nasional. Kemudian penyelenggaraannya tentu akan menjadi tanggung jawab, pertandingannya maksud saya dari KONI secara keseluruhan,” pungkas Menpora. (sak)