Siswa SMKN Ingin Ubah Nasib Keluarga
KOMUNITAS PERISTIWA

Siswa SMKN Ingin Ubah Nasib Keluarga

Muhammad Ariel siswa baru SMK Negeri Jateng Kampus Semarang, nampak tegang berbincang dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Selasa (12/07). Bocah yatim piatu ini mengaku senang bisa menuntut ilmu di sekolah berasrama milik Pemprov Jateng, karena segala kebutuhan sekolah diberi gratis, mulai dari sandang hingga makan.

Di depan Ganjar, Ariel memapar kisahnya. Ia tinggal dengan neneknya yang berusia 85 tahun dan seorang adik. Di tempat itulah, keduanya berlindung sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Dan, kehidupannya begitu sulit sejak kedua orang tuanya meninggal. Bahkan untuk makan, Ariel seringkali harus menahan lapar.

Baginya, bisa bersekolah di SMKN Jateng merupakan berkah tersendiri. Warga Kaligawe itu mengatakan, bercita-cita menjadi pengusaha untuk membahagiakan orang-orang di sekitarnya dan menyekolahkan adiknya.

“Dulu (waktu masih hidup) ibu pegawai swasta dan bapak jualan jamu. Sekarang tinggal sama nenek dan adik. Yang nanggung makannya budhe. Tapi kadang sempat tidak ada makanan. Kalau di sini (SMKN Jateng) sudah dua hari, makan tiga kali sehari,” ungkap Ariel kepada Ganjar Pranowo.

Ariel mengatakan, mengetahui informasi terkait SMKN Jateng dari budhenya (tante). Meski sempat minder karena nilainya yang sedikit, namun ia diterima karena merupakan salah satu siswa kategori prioritas, dengan status yatim piatu.

“Budhe iseng-iseng lihat TikTok dan Youtube, kemudian memberi tahu saya tentang SMK Jateng. Harapan budhe ya dengan disiplin bisa mengubah tingkah laku (kedisiplinan) saya. Cita-cita ke depan nglanjutin sekolahnya adik dan membahagiakan orang tua,” ujarnya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, kunjungannya untuk memastikan SMK Jateng menjadi salah satu oase bagi siswa dari orang tua miskin. Dengan edukasi, diharapkan mereka mampu mengubah nasib.

“Di SMKN Jateng kita melihat betul background keluarganya. Karena ini didedikasikan untuk orang tak mampu. Ada yang tinggal sama neneknya, makan seadanya. Mudah-mudahan belajar di tempat ini bikin nasib dia dan keluarga berubah,” urainya.

Oleh karena itu, Ganjar berpesan agar para siswa baru disiplin belajar dan mengikuti peraturan sekolah.

Kepala SMKN Jateng Sriyono mengatakan, ada 120 siswa kelas X yang mengikuti orientasi sekolah. Selain pengenalan kurikulum dan lingkungan sekolah, mereka juga digembleng baris berbaris. Ini merupakan upaya menumbuhkan kedisiplinan sejak dini.

Ia mengatakan, lulusan SMKN Jateng 80 persen diterima di dunia kerja. Adapula, mereka yang terserap ke luar negeri melalui proses magang di Jepang.

Menurut Sriyono, hal itu merupakan keistimewaan dari SMKN Jateng di mana lulusannya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Selain kurikulum, pendidikan di sekolah itu menerapkan kedisiplinan. Siswa diharuskan bangun dari pukul 04.00 WIB pagi, dan selanjutnya mengikuti segala kegiatan sekolah.

“Kita diberi jatah magang setiap tahun 40 siswa ke Jepang. Adapula yang melanjutkan ke universitas, dan sisanya melanjutkan ke dunia kerja,” pungkas Sriyono. (hms)