Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Solusi Limbah Tekstil Aman Dibuang

Solusi Limbah Tekstil Aman Dibuang

TEKNOLOGI redaksi13/08/2018 - 16:00 WIB

Adanya limbah industri tekstil yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan, mendorong mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk berinovasi menemukan solusi dengan menggunakan Zeolitic Imidazolate Frameworks-8 (ZIF-8) sebagai penyerap.

Tim yang terdiri atas tiga mahasiswi Departemen Kimia ITS ini melakukan penelitian terhadap limbah metilen biru agar aman saat dibuang bebas ke perairan.

Metilen biru merupakan jenis zat pewarna yang banyak digunakan di dalam industri tekstil. Dalam pewarnaan, hanya lima persen saja zat warna tersebut yang dapat terikat, sehingga 95 persen sisanya terbuang sebagai limbah.

Menanggapi hal tersebut, Hannis Nur Rohma, Risma Cindy Avista, dan Dewi Kurnia tergerak untuk mengolah limbah metilen biru yang marak digunakan ini.

Ketua tim yang akrab disapa Hannis mengatakan, limbah zat warna biru yang dibuang bebas di perairan memiliki sifat nonbiodegradable, yaitu tidak dapat diuraikan secara alami.

Selain itu, limbah tersebut juga dapat menyebabkan gangguan ekosistem apabila dibuang secara langsung.

“Limbah ini bersifat karsinogenik sehingga dapat memicu penyakit seperti kanker,” jelas Hannis.

Agar dapat mengurangi dampak berbahaya dari limbah tersebut, ia dan kedua temannya menggunakan adsorben ZIF-8 dengan metode adsorpsi (sebuah proses penyerapan zat).

“ZIF-8 merupakan material kristalin yang terbentuk dari ion logam tetrahedral seperti Seng (Zn) yang dijembatani oleh ligan imidazolat ((semacam bubuk kimia, red),” paparnya.

Ia menjelaskan, ZIF-8 banyak digunakan sebagai adsorben karena memiliki persen efisiensi yang cukup tinggi untuk menyerap senyawa organik berbahaya seperti zat warna.

Hannis menuturkan, dalam penelitiannya kali ini, ia menambahkan logam Kobalt (Co) dalam material ZIF-8 miliknya.

“Kobalt ini menggantikan logam Seng dalam material ZIF-8 karena kobalt dan seng berasal dari periode (dalam tabel periodik kimia, red) yang sama, namun memiliki jari-jari yang lebih besar,” urai Hannis lagi.

Berdasar teori tersebut, ia mengungkapkan bahwa kobalt ini akan lebih reaktif dibandingkan seng karena ikatannya mudah putus. Dengan demikian, ia menilai, efisiensi ZIF-8 dengan penambahan kobalt akan jauh lebih tinggi, jika dibandingkan dengan ZIF-8 pada umumnya.

Mahasiswi tingkat akhir ini berharap, penelitian yang merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) ini dapat menjadi referensi untuk mengatasi permasalahan limbah cair di industri.

“Saya harap penelitian ini bermanfaat bagi kehidupan manusia, sekaligus dapat menjaga keasrian lingkungan sekitar dari banyaknya limbah yang ada,” pungkas mahasiswi murah senyum ini. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.