Upaya peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha terus digencarkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Sosialisasi Pasar Modal, Jumat (14/11).
Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan tambahan modal bagi pelaku UMKM Disabilitas di Pendopo X-Barue Coffee, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Kab Banyuwangi.
Kegiatan yang didukung Yayasan Sahabat Pedalaman dan Dinas Koperasi Banyuwangi dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta, terdiri dari pelaku UMKM, komunitas disabilitas, perangkat desa, mahasiswa serta perwakilan lembaga keuangan.
M. Fiqrom Ashari selaku Asisten Manager Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK menyampaikan pentingnya literasi keuangan dan akses informasi pasar modal agar masyarakat mampu memanfaatkan instrumen investasi secara bijak dan aman.
“Sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama UMKM, agar tidak mudah terjebak investasi ilegal dan mampu melihat peluang pendanaan dari pasar modal,” ujar perwakilan OJK dalam sambutannya.
Materi sosialisasi meliputi pengenalan dasar pasar modal, prinsip investasi yang benar, identifikasi investasi ilegal, serta edukasi mengenai pinjaman daring dan bahaya judi online.
Seluruh materi disampaikan oleh OJK Jember dan Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur kepada para peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar mekanisme dan peluang investasi di pasar modal.
Kegiatan ini juga dihadiri Anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Galeri Investasi (GI) BEI Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan GI BEI Universitas Bakti Indonesia dan sebagai mitra resmi BEI di daerah.
Kehadiran mereka memperkuat upaya penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat Desa Kalibarumanis. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya berinvestasi secara legal dan bijak demi meningkatkan kesejahteraan finansial di masa mendatang.
Pada rangkaian kegiatan yang sama, Cita Mellisa, Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia menyerahkan CSR bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM disabilitas. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. (ita)
