Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari
  • Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital
  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata
  • Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
  • Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya
  • Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare
  • Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT
  • Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Tiga Langkah Tanggulangi Radikalisme

Tiga Langkah Tanggulangi Radikalisme

PEMERINTAHAN redaksi21/11/2017 - 11:00 WIB

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Syam menyebut ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk menanggulangi radikalisme yang saat ini kembali terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Pertama, memetakan tantangan bangsa dan negara. Tantangan tersebut antara lain meliputi potensi gerakan radikal dan tantangan politik. Menurutnya, peristiwa pembakaran kantor kepolisian di Dharmasraya dan penyanderaan 1.500 orang di Papua merupakan gerakan radikal yang dipicu keinginan untuk merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.

“Radikalisme dan ekstrimisme, saya kira masih potensial untuk memberikan kejutan pada bangsa Indonesia tentang keinginan mereka untuk mencederai kesepakatan berbangsa yang tertuang dalam empat pilar kebangsaan, yaitu: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan,” tutur mantan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya ini melalui rilis Kemenag, Rabu (15/11).

Tantangan politik, sambung Nur Syam, juga akan meningkat di tahun politik yang sebentar lagi datang. Lazim jelang pilihan umum intensitas politik meninggi. Berita hoax juga akan semakin menguat. “Di era cyber war ini, maka tantangan terbesar kita ialah bagaimana menghadapi media sosial yang terkadang tidak ramah terhadap kita,” jelasnya.

Langkah kedua, yang penting dalam menanggulangi radikalisme adalah meletakkan fondasi kebangsaan dan kenegaraan terhadap generasi muda. Mereka adalah penyambung estafeta kepemimpinan bangsa. Penguatan pendidikan karakter untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dinilai sangat penting.

“Kita-kita yang sudah senior ini ingin tersenyum di alam lain, melihat keberhasilan masyarakat Indonesia yang dibawakan oleh generasi yang sekarang sedang belajar ini. Sukses pendidikan adalah sukses Indonesia di masa depan,” ucapnya.

Sedangkan langkah ketiga adalah membangun kerukunan umat beragama. Ia menilai, saat ini kesetaraan dan toleransi di Indonesia sudah bagus. Namun, jalinan kerjasama antar sesama masih rendah. “Sudah seharusnya kemenag memiliki program untuk memperkuat kerja sama antar pemeluk agama,” lanjutnya.

Pihaknya sudah memiliki program-program unggulan dalam membangun kerukunan. Program itu antara lain dialog antar dan intern umat beragama, perkemahan pemuda lintas agama, dan living together secara bergiliran dari penganut agama yang satu dengan lainnya.

“Saya kira upaya meredam gerakan radikalisme tidak cukup hanya dengan hard power sebagaimana yang dilakukan Densus 88, akan tetapi juga bisa melalui soft power yang dilakukan oleh semua kalangan masyarakat kita. Kita harus bekerja bersama untuk yang satu ini,” tandasnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata

06/06/2026 - 12:00 WIB

Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping

06/06/2026 - 11:51 WIB

Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

06/06/2026 - 11:40 WIB

Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare

06/06/2026 - 11:22 WIB

Comments are closed.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata

06/06/2026 - 12:00 WIB

Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping

06/06/2026 - 11:51 WIB

Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

06/06/2026 - 11:40 WIB

Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare

06/06/2026 - 11:22 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.