Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»UB Wadahi Kekayaan Atsiri Indonesia

UB Wadahi Kekayaan Atsiri Indonesia

TEKNOLOGI redaksi03/04/2018 - 15:00 WIB

Proses fraksinasi minyak atsiriIndonesia memiliki sekitar 40 jenis minyak atsiri yang tersebar merata di berbagai wilayah dengan bermacam karakteristik. Minyak atsiri (essential oil) adalah minyak sari atau minyak terbang yang berasal dari tumbuhan yang sifatnya mudah menguap dan memiliki aroma khas tumbuhan tersebut.

Minyak atsiri yang ada dan dikenal di Indonesia di antaranya minyak nilam, sereh wangi, minyak kenanga, minyak kayu putih, minyak jeruk purut. Selain itu, masih ada sumber rempah seperti kunyit dan pala.

Dosen Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB) Vivi Nurhadianty ST MT mengatakan dengan proses penyulingan, ektraksi pelarut dan pengempaan, minyak atsiri bisa diturunkan dan menghasilkan produk komersiil seperti bio-pestisida, parfum, dan health care.

Di Institut Atsiri yang dimiliki UB, dilakukan hilirisasi aneka produk minyak atsiri tersebut. Penetapan Institut Atsiri sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) oleh Kemenristekdikti menjadikan hilirisasi bukan satu-satunya aktivitas di sana. Dua kegiatan lainnya adalah pengembangan kelembagaan dan academic excellence.

Dari hasil penelitian dosen UB, Institut Atsiri memiliki produk unggulan yakni tanaman nilam tetraploid. Dengan daun yang lebih lebat, jenis tanaman nilam ini akan mampu memproduksi minyak atsiri lebih banyak.

Nilam tetraploid kini tengah dikembangkan di Desa Dilem Kabupaten Trenggalek. Desa ini telah dikenal sebagai penghasil nilam sejak zaman Belanda. Dua produk minyak atsiri yang sangat potensial untuk dikembangkan di Jawa Timur, disampaikan Vivi adalah sereh wangi dan jeruk purut.

Hasil penelitian dosen UB lainnya adalah teknologi penyulingan yang diberi nama “pulse electric field” hasil temuan dosen Teknologi Industri Pertanian Dr Ir Sukardi MS. Derivasi minyak atsiri dilakukan untuk menghasilkan senyawa sitronellal, yang merupakan senyawa utama sereh wangi dan jeruk purut.

Produk derivasi ini, disampaikan Vivi, memiliki nilai jual lebih tinggi. “Parfum yang dihasilkan dari fraksi murni hasil derivasi ini akan memiliki harum yang lebih lembut,” kata dia. Sementara produk turunan minyak nilam adalah patchouli alcohol yang dalam bentuk Kristal merupakan bahan dasar obat-obatan.

“Karena berangkat dari upaya pemberdayaan daerah dan masyarakat, maka aktivitas institut atsiri banyak melibatkan masyarakat,” kata Vivi. Keterlibatan masyarakat dimulai dari pengadaan bahan baku maupun proses penyulingan melalui pemberdayaan komunitas penggiat atsiri.

Saat ini, institut atsiri tengah mengurus pendaftaran merk dan ijin edar. Diantara produknya adalah official merchandise UB berupa 1 box eksklusif produk minyak atsiri. 30-50 box merchandise ini dihasilkan institut atsiri per-minggunya.

Respon pasar yang bagus telah ditangkap oleh Institut Atsiri. Namun pihaknya membutuhkan penjaminan mutu untuk standar kualitas dan kontinuitas produksi yang dibutuhkan saat produksi massal. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.