Vaksinasi Kedua Pelajar Surabaya
KESEHATAN PERISTIWA

Vaksinasi Kedua Pelajar Surabaya

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Jawa Timur, Marsma TNI Rudy Iskandar dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis kedua bagi pelajar yang digelar di SMPN 1 Surabaya, Kamis (12/08).

Vaksinasi bagi pelajar yang dimotori oleh Kabinda Jatim ini diikuti oleh ribuan pelajar yang terdiri dari SMP Negeri 1 Surabaya dan SMPN 6 Surabaya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pada hari ini Binda Jatim bersama Pemkot Surabaya menggelar vaksinasi bagi pelajar di tiga lokasi, yakni di SMPN 1 Surabaya, SMAN 5 Surabaya serta vaksinasi door to door di Jalan Tembok Dukuh.

“Jumlahnya mencapai 3.800 vaksin yang terbagi di tiga titik lokasi tersebut,” kata Wali Kota Eri saat meninjau vaksinasi.

Eri Chayadi menyampaikan, saat ini di Surabaya pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bersama-sama. Mulai dari TNI, Polri maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Melalui vaksinasi secara bersama-sama itu diharapkan untuk percepatan vaksinasi demi mencapai herd immunity di Surabaya Raya.

“Ini vaksin yang diberikan menteri kesehatan kepada Provinsi Jatim, maka kita akan gunakan bersama. Nanti kan ada rinciannya untuk Surabaya berapa, Kabinda, TNI, Polri berapa. Itu kita jadikan satu karena pelaksanaannya bersama-sama,” urai dia.

Eri menegaskan, ke depan rencananya ia bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim dan Forkopimda Kota Surabaya akan menggelar vaksinasi di wilayah Surabaya Raya. “Nanti Insyaallah ke depan kita akan lakukan vaksinasi di Surabaya Raya, tim nakes juga akan diterjunkan,” paparnya.

Seusai meninjau lokasi vaksinasi di SMPN 1 Surabaya, Eri bersama Marsma TNI Rudy Iskandar langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi door to door yang terletak di Jalan Tembok Dukuh.

Rudy Iskandar menyampaikan rasa syukurnya karena vaksinasi lanjutan atau dosis kedua ini bisa kembali dihelat di SMP 1 Surabaya. Selain itu, dia memaparkan, pelaksanaan vaksinasi itu dilakukan serentak di tiga lokasi.

“Insyallah pada saat pelaksanaan tatap muka dimulai diharapkan sudah tervaksin. Alhamdulillah ke depan sudah bisa belajar lagi tatap muka dengan kondisi aman. Kegiatan ini kami menyediakan vaksin sebanyak 3.800,” kata Rudy Iskandar.

Selain para pelajar yang menjadi sasaran vaksinasi, ia juga memastikan bahwa sasaran vaksinasi massal itu juga pondok pesantren (ponpes), dan juga vaksinasi door to door. Bahkan, pelaksanaan vaksinasi bagi ponpes itu juga telah dilakukan di berbagai wilayah se-Jatim.

“Kita sudah melaksanakan vaksinasi di madrasah dan ponpes di Kabupaten Sidoarjo dan Trenggalek,” lanjut dia.

Kapolda Jawa Timur Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta memastikan, akan terus mendukung proses percepatan vaksinasi agar berjalan dengan baik. Tak hanya meninjau vaksinasi, kehadiran Kapolda Jatim tersebut juga memberi semangat serta motivasi sebagai alumni SMPN 1 Surabaya.

“Tidak terasa saya dahulu pernah bersekolah di sini pada tahun 1983-1986. Saya datang ke sini untuk memberi semangat dan dorongan pada adik-adik agar tidak menolak disuntik vaksin,”papar dia.

Di momen itu, ia juga memberi semangat kepada para pelajar agar semakin giat belajar. Menurut dia, lulusan SMP 1 Surabaya ini banyak melahirkan lulusan yang berkecimpung di berbagai profesi. Mulai dari pemerintahan, kedokteran, kepolisian dan berbagai profesi lainnya.

Makanya, ia mengajak para pelajar agar tidak lelah dalam menuntut ilmu agar dapat meraih cita-cita seperti yang telah dilakukan para alumni SMP 1 Surabaya.

“Teruslah belajar dengan baik karena ini bekal untuk menapak ke jejak yang lebih tinggi lagi, saya menyampaikan tetap semangat. Karena orang sukses itu ada tiga kuncinya yaitu iman, kemauan dan pengetahuan,” pungkasnya. (ita)