Atletico Madrid kembali bergerak aktif di bursa transfer musim panas 2026 untuk memperkuat lini tengah. Setelah mencapai kesepakatan mendatangkan gelandang Wolverhampton Wanderers, Joao Gomes, klub asal ibu kota Spanyol itu kini dikabarkan mulai membuka komunikasi dengan Manchester City terkait peluang transfer Tijjani Reijnders.
Langkah Atletico memperkuat sektor tengah menjadi bagian dari evaluasi besar Diego Simeone setelah musim lalu lini tersebut dinilai belum tampil konsisten. Kehadiran Alex Baena dan Johnny Cardoso pada musim panas sebelumnya belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal akibat gangguan cedera yang dialami keduanya sepanjang musim.
Situasi tersebut membuat kapten tim Koke Resurreccion masih memegang peran penting di lini tengah. Di sisi lain, Pablo Barrios juga beberapa kali mengalami masalah kebugaran sehingga Atletico membutuhkan tambahan pemain dengan kualitas dan kedalaman skuad yang lebih baik.
Pada bursa transfer Januari lalu, Atletico juga mendatangkan Obed Vargas dan Rodrigo Mendoza. Namun, keduanya lebih diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dan masih berpeluang dipinjamkan demi mendapatkan menit bermain reguler musim depan.
Meski sudah hampir memastikan kedatangan Joao Gomes, Atletico belum menghentikan perburuan pemain tengah. Jurnalis Matteo Moretto dalam laporan di RadioMarca menyebut klub yang dipimpin direktur olahraga Mateu Alemany itu telah membuka pembicaraan dengan Manchester City terkait kemungkinan merekrut Tijjani Reijnders.
Perubahan di kursi kepelatihan Manchester City disebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang transfer tersebut. Enzo Maresca yang akan mengambil alih tim musim depan dikabarkan siap melakukan penyesuaian skuad, termasuk melepas beberapa pemain yang tidak masuk prioritas utama.
Reijnders sendiri baru bergabung dengan Manchester City musim lalu setelah tampil impresif bersama AC Milan selama dua musim. Gelandang tim nasional Belanda itu ditebus dengan nilai transfer sekitar 54,9 juta euro dan sempat menunjukkan performa menjanjikan di musim debutnya di Liga Inggris.
Sepanjang musim, pemain berusia 27 tahun tersebut mencatatkan tujuh gol dan delapan assist dari total 47 pertandingan bersama Manchester City. Meski statistiknya cukup produktif untuk seorang gelandang, Reijnders hanya menjadi starter di sekitar separuh pertandingan dan lebih sering tampil sebagai pemain pengganti pada fase akhir musim di bawah Pep Guardiola.
Kemampuan Reijnders dalam mengontrol permainan, keluar dari tekanan lawan, serta membawa bola ke area menyerang dinilai cocok dengan kebutuhan Atletico Madrid saat ini. Karakter permainannya juga disebut memiliki kemiripan dengan Pablo Barrios, namun dengan pengalaman dan kematangan yang lebih tinggi.
Usia Reijnders yang kini memasuki masa emas karier menjadi pertimbangan penting bagi Atletico dalam membangun lini tengah jangka menengah. Sebelum pindah ke Manchester City, nama Reijnders juga sempat dikaitkan dengan Real Madrid berkat performa stabilnya bersama AC Milan dan tim nasional Belanda.
Hingga saat ini belum ada informasi terkait nilai transfer yang diminta Manchester City maupun perkembangan negosiasi lebih lanjut. Namun, ketertarikan Atletico terhadap Reijnders menunjukkan ambisi besar Los Colchoneros untuk membangun skuad yang lebih kompetitif menghadapi musim 2026/2027. (tas)

