Layanan Perbankan ASN terus diperkuat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur serta BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA kabupaten/kota se-Jawa Timur. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan layanan keuangan yang terintegrasi sekaligus mendukung transformasi digital pelayanan publik bagi aparatur sipil negara (ASN).
Penandatanganan PKS dilaksanakan secara serentak di Banyuwangi pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, Direktur Ritel dan Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo, Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni, serta para Kepala BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA kabupaten/kota se-Jawa Timur. Acara tersebut juga disaksikan Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN), Soni Sultana.
Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan perbankan ASN di Jawa Timur.
“ASN merupakan salah satu segmen utama Bank Jatim yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun ekosistem layanan yang lebih terintegrasi, memberikan kemudahan akses layanan keuangan, serta menghadirkan solusi perbankan yang semakin cepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan ASN,” ujarnya.
Arief menambahkan, pengelolaan bisnis ASN selama ini menjadi salah satu pilar utama Bank Jatim karena memberikan kontribusi signifikan terhadap penghimpunan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) maupun penyaluran kredit konsumer.
Saat ini, Bank Jatim mengelola sekitar 368 ribu ASN dengan nilai payroll mencapai sekitar Rp1,5 triliun setiap bulan. Namun, seiring rencana implementasi kebijakan single salary dari pemerintah pusat yang berpotensi mengubah pola pengelolaan penggajian ASN dan meningkatkan persaingan antarperbankan, diperlukan penguatan kerja sama yang memiliki landasan hukum lebih komprehensif.
Melalui PKS tersebut, Bank Jatim bersama BKD/BKPSDM/BKPP/BKPSDA kabupaten/kota menyepakati sejumlah ruang lingkup kerja sama. Kesepakatan tersebut meliputi layanan penyaluran gaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan ASN, penyediaan fasilitas kredit, integrasi serta pemanfaatan data dasar kepegawaian ASN melalui sistem host to host secara terbatas dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi.
Selain itu, kerja sama juga mencakup penyediaan layanan digital perbankan, seperti kartu ATM/debit, mobile banking, co-branding card, serta berbagai layanan digital lainnya yang mendukung peningkatan kualitas layanan perbankan ASN.
Direktur Ritel dan Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas ASN sekaligus memperkuat ekosistem digital antara Bank Jatim dan pemerintah daerah.
“Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada ASN, tetapi juga memperkuat sinergi antara Bank Jatim dengan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Melalui integrasi data berbasis sistem host to host, kami dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran, termasuk pengembangan program pre-approved credit yang semakin memudahkan ASN memperoleh akses pembiayaan,” jelasnya.
Selain layanan keuangan, ruang lingkup kerja sama juga mencakup dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN, penyediaan layanan pembiayaan pendidikan, penempatan dana, serta berbagai layanan perbankan lainnya sesuai kebutuhan pemerintah daerah.
Menurut Bank Jatim, tujuan utama kerja sama tersebut adalah membangun kemitraan formal yang komprehensif, terintegrasi, dan memiliki kekuatan hukum yang seragam di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), menjaga kualitas portofolio kredit konsumer ASN, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif.
Ke depan, Bank Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai pemerintah daerah maupun institusi lainnya guna menghadirkan layanan perbankan ASN yang semakin inovatif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Bank Jatim dalam mendukung digitalisasi layanan publik sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jawa Timur. (ita)

